Close
Close

Dinkes Bursel Usulkan Sejumlah Proyek Fisik Kesehatan ke Bappenas, Labkesmas Diprioritaskan Dibangun

Namrole
 - Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperjuangkan peningkatan infrastruktur kesehatan daerah. Sejumlah usulan pembangunan fisik sektor kesehatan untuk tahun anggaran 2027 telah dipresentasikan di hadapan tim perencana pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan, Yurdin Halibi, mengatakan pihaknya bersama Wakil Bupati Buru Selatan telah melakukan pertemuan dengan tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pertemuan tersebut membahas usulan program pembangunan fisik kesehatan yang akan didorong melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

“Dalam pertemuan itu kami mempresentasikan sejumlah usulan perencanaan fisik dari Dinas Kesehatan untuk tahun 2027. Kementerian Sumber Daya Kesehatan akan membuka menu DAK fisik yang nantinya disesuaikan dengan usulan yang kami sampaikan,” ujar Yurdin.

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut pihak Bappenas yang diwakili oleh tim yang membidangi perencanaan kesehatan ibu, Prima Sari Anungputri, menyampaikan bahwa pemerintah pusat berencana membuka sekitar 10 menu pekerjaan fisik di sektor kesehatan. Namun, hingga saat ini rincian program yang akan dibuka masih menunggu keputusan lebih lanjut.

“Memang akan ada sekitar sepuluh menu pekerjaan fisik yang akan dibuka, tetapi jenis programnya masih belum dipastikan. Nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan kesehatan di daerah,” jelasnya.

Meski demikian, Yurdin menambahkan bahwa peluang daerah untuk mendapatkan dukungan anggaran masih sangat terbuka, terutama jika kondisi anggaran nasional memungkinkan dan usulan daerah dinilai prioritas.

“Petunjuk dari Presiden juga menegaskan bahwa apabila anggaran mencukupi, maka tidak menutup kemungkinan usulan daerah bisa disesuaikan dan di akomodir. Karena itu kami berharap proposal yang sudah disampaikan dapat dipertimbangkan,” katanya.

Menurutnya, jika usulan tersebut disetujui, maka pembangunan fisik sektor kesehatan di Buru Selatan berpeluang dibiayai melalui APBN Perubahan 2026 atau APBN tahun 2027.

“Proposal sudah kami serahkan langsung kepada tim perencanaan Bappenas yang membidangi kesehatan, dan selanjutnya akan dilanjutkan ke Kementerian Kesehatan agar ketika menu program tersebut dibuka, Dinkes Buru Selatan sudah masuk dalam daftar prioritas,” ungkap Yurdin.

Selain itu, Dinkes Bursel juga telah mengusulkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang saat ini telah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah pusat.

“Pembangunan Labkesmas Dinas Kesehatan Buru Selatan sudah direkomendasikan untuk dibangun pada tahun 2026 hingga 2027. Awalnya diusulkan pada 2025 untuk pembangunan 2026, namun sempat terkendala efisiensi anggaran,” jelasnya.

Meski demikian, kata Yurdin, setelah dilakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, pembangunan Labkesmas Buru Selatan telah masuk dalam prioritas dan terus dibahas dalam berbagai pertemuan, termasuk melalui rapat daring bersama tim Kemenkes.

Ia berharap seluruh usulan yang telah dipaparkan kepada Bappenas dan Kemendagri dapat disetujui demi memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Buru Selatan.

“Dengan niat baik untuk membangun daerah, kami berharap semua usulan ini dapat dikabulkan sehingga pelayanan kesehatan di Buru Selatan bisa semakin baik,” pungkasnya.

Beberapa usulan pembangunan di bidang kesehatan yang disampaikan antara lain:

  1. Pembangunan Labkesmas (Laboratorium Kesehatan Masyarakat).

  2. Pembangunan Gedung Promosi Kesehatan (Promkes).

  3. Pembangunan Gedung PSC 119. Program ini sebenarnya sudah dilaunching pada tahun 2020, namun belum berjalan optimal karena kendala gedung dan kendaraan layanan.

  4. Pembangunan Bank Darah, untuk mengatasi kekurangan pendonor sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan darah saat dibutuhkan.

  5. Pembangunan Rumah Dinas Dokter Spesialis serta rehabilitasi rumah dokter umum.

  6. Pembangunan Pustu (Puskesmas Pembantu) di desa yang belum memiliki fasilitas tersebut, yaitu Desa Batu Karang dan Desa Batu Layar, serta rehabilitasi Pustu yang rusak.

  7. Pembangunan dan penyesuaian Puskesmas sesuai standar Permenkes, karena saat ini terdapat sekitar 10 Puskesmas yang belum memenuhi standar.

  8. Pengadaan mobil PSC 119 untuk layanan kegawatdaruratan 24 jam bagi masyarakat.

  9. Pengadaan mobil videotron untuk mendukung penyuluhan kesehatan kepada masyarakat agar informasi kesehatan lebih mudah dipahami.

Seluruh usulan tersebut telah dibahas dalam forum sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (AL) 

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama