Namrole - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Buru Selatan memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan atas kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah tersebut.
Ketua DPC GMNI Buru Selatan, Epot Latbual, menilai langkah yang diambil pemerintah daerah merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat, terutama dalam menjawab keluhan warga terkait tingginya harga BBM di daerah.
Menurutnya, harga Pertalite yang sebelumnya mencapai Rp15.000 per liter kini berhasil diturunkan menjadi Rp13.000 per liter. Penurunan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya para pengendara, pelaku usaha kecil, serta warga yang bergantung pada transportasi dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kami dari GMNI Buru Selatan memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati atas kebijakan penurunan harga Pertalite ini. Kebijakan ini sangat berdampak positif bagi masyarakat dan menjadi jawaban atas keluhan warga selama ini,” ujar Epot Latbual.
Ia menambahkan, langkah pemerintah daerah tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, keberanian mengambil keputusan untuk menurunkan harga BBM di daerah menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Meski demikian, GMNI Buru Selatan berharap kebijakan tersebut dapat terus dikawal oleh instansi teknis agar tetap berjalan efektif di lapangan. Dalam hal ini, Dinas Perdagangan serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap praktik penimbunan BBM yang berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
“Kami berharap Dinas Perdagangan dan Satpol PP dapat terus mengawal kebijakan Bupati ini, terutama terhadap penjual BBM eceran yang sengaja menimbun minyak sehingga menimbulkan kelangkaan dan memicu kenaikan harga kembali,” katanya.
Selain itu, GMNI Buru Selatan juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah tetap konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat serta terbuka terhadap berbagai masukan dari kalangan pemuda.
“Kami berharap Bupati tidak pernah lelah memperjuangkan kepentingan rakyat Buru Selatan dan tetap terbuka menerima kritik dari pemuda. Kritik adalah bagian dari masukan untuk mempercepat pembangunan daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, GMNI juga memberikan apresiasi kepada Dinas Perdagangan dan Satpol PP Buru Selatan atas kerja cepat dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah terkait pengendalian harga BBM di wilayah tersebut.
Menurut Epot, apabila ke depan ditemukan oknum yang dengan sengaja melakukan penimbunan BBM untuk keuntungan pribadi, maka harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

