Close
Close

MPPC Ke IX AMGPM Cabang I Talitakumi Di Gelar



Bursel, Orasirakyat.com
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang I Talitakumi, Daerah Buru SELATAN (Dabursel) menggelar Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) di Gedung Gereja Jemaat GPM Ebenhaezer Waetina, desa Namrinat, Minggu (20/2/22).

Akta penyelenggaraan kegiatan ditandai dengan pembakaran lilin dan penaburan garam oleh Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi, Roby Tasidjawa.

Kegiatan kemudian dibuka oleh Ketua Daerah AMGPM Dabursel, Dominggus Seleky dan dihadiri sejumlah pengurus daerah, pengurus cabang, perutusan 7 ranting, sekretaris Camat Namrole, Exevisio, KMJ, senioritas AMGPM, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Daerah, Dominggus Seleky dalam pidatonya mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Saya mengapresiasi kegiatan ini dan saya harap kegiatan ini dapat dimaksimalkan oleh semua unsur dalam tanggung jawab membangun gereja dan pemuda khususnya di kabupaten Bursel," ucap Seleky.


Katanya, AMGPM sebagai organisasi Gereja harus bisa membawa pemuda gereja yang mampu bersaing dalam era digital saat ini.

"Sebagai Pemuda gereja kita harus siap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Ini harus dimaknai oleh pemuda gereja dalam menghadapi gumulan kedepan yang sangat berat, untuk itu AMGPM sebagai wadah tunggal pembinaan bagi pemuda GPM, harus mampu membentuk SDM AMGPM yang kreatif," ujarnya.


"Di era digital, kita diajak jangan kehabisan akal, namun mampu menciptakan lapangan kerja baru dalam segala aspek. Kita harus memahami bahwa manusia yang harus mengatur teknologi bukan sebaliknya," sambungnya.


Selain peran AMGPM dalam menciptakan lapangan kerja, AMGPM juga harus merangkul semua kader untuk sama - sama ada dalam agenda menjawab problem pemuda dalam ber-gereja yang utuh.

"AMGPM adalah bagian integral dari Gereja. AMGPM harus mampu berperan menciptakan lapangan kerja demi mengurangi angka kemiskinan," paparnya.


Dia berharap, ditengah kondisi keamanan Maluku yang sedikit mengalami guncangan, AMGPM diminta tidak mudah terprovokasi dengan konflik yang terjadi di berbagai daerah. AMGPM harus mampu menerjemahkan kondisi itu dengan tidak menyebarkan isu - isu yang belum pasti kebenarannya.

"Menyikapi kondisi saat ini, AMGPM harus disiplin menerapkan prokes kesehatan. AMGPM diwajibkan memaksimalkan media sosial untuk memberikan dan menyampaikan kabar baik bagi orang lain dan tidak muda terprovokasi dengan isu - isu yang berasal dari sumber yang tidak jelas," pungkasnya.

Sekretaris Camat Namrole, Ahmad Thio dalam sambutannya mengharapkan AMGPM dapat meningkatkan kapasitas kader dan menjujung sikap pro aktif dalam pembangunan daerah.


"Pemerintah berharap AMGPM mampu meningkatkan kualitas kader dan dapat membantu pemerintah dalam membina pemuda di Bursel khususnya dalam lingkup AMGPM Cabang I Talitakumi," ucap Thio.

Ia menjelaskan, dalam membangun mental dan moral pemuda, pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri maka dibutuhkan stakeholder lainya termasuk AMGPM sebagai organisasi gereja.


"AMGPM dituntut menjadi organisasi yang mampu dan mandiri dalam menghadapi problematika kehidupan. Mampu bersaing dan ikut serta menyukseskan program - program pemerintah," tandasnya.


Sementara Ketua Cabang I Talitakumi, Roby Tasidjawa mengharapkan, kegiatan MPPC yang dihadiri seluruh kader AMGPM dari 7 ranting ini bisa menghasilkan program-program strategis guna pengembangan AMGPM ke depan.

"MPCC diharapkan dapat menghasilkan program-program strategis demi mengembangkan AMGPM ke depan. Sebagai kader, kita harus dan dapat mengembangkan diri dan mampu mengoptimalkan potensi-potensi yag ada dengan tetap mengedepankan rasa toleransi," ucap Tasidjawa.


Sebagai anak kandung GPM, tentunya AMGPM memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas gereja. Baik itu tugas yang berkaitan dengan manajemen organisasi maupun tugas-tugas yang berkaitan langsung dengan pelayanan.

"Untuk itu AMGPM dituntut agar memiliki ketahanan iman, Iptek, sosio ekonomi, sosio budaya dan sosio politik untuk mewujudkan tanggungjawabnya dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," imbuhnya..


Dalam kesempatan itu, Tasidjawa juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Daerah dalam tugas dan pendampingannya, ketua-ketua majelis jemaat, pembina dan penyantun, pemerintah desa, para donatur, seluruh anggota ranting dan seluruh pihak teristimewa kepada panitia MPPC ke IX yang sudah bekerja keras demi suksesnya kegiatan MPPC ke IX di Jemaat Ebrnhaezer Waetina.


Sementara pendeta Buce Lesnussa sebagai Exevisio menandaskan bahwa sepanjang AMGPM diperhadapkan dengan persoalan, maka AMGPM harus selalu meminta pertolongan dari Tuhan.

Ia juga berharap, kader AMGPM dalam mengikuti MPPC, tidak menjadikannya sebagai ajang untuk berdebat yang tidak ada ujungnya.

"Kita harus menjadikannya sebagai tempat kita bersepakat, bergumul dan menyampaikan semua pikiran yang bersifat membangun dalam menghadapi perkembangan problematika ber-AMGPM ke depan," ujarnya.


"AMGPM harus mampu melihat polemik dan perubahan-perubahan transformasi virtual. Untuk itu AMGPM harus hadir dan menunjukkan bahwa AMGPM memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menghadapi semua problematika," sambungnya.

Lesnussa menambahkan, hasil dari MPPC ini, harus dimaknai oleh kader AMGPM dalam menterjemahkan arti dan nilai dalam menetapkan program-program yang memberdayakan kader AMGPM dalam konteks kehidupan bermasyarakat, dan bernegara.


"Bermusyawarahlah dengan baik, tuangkan semua ide, kreatifitas, dan pikiran - pikiran membangun yang dapat menunjang dan menunjukan bahwa kapasitas dan kapabilitas AMGPM tidak bisa diragukan," tandasnya.

Dalam MPPC ke IX ini, telah dilahirkan 7 Surat Keputusan, 11 Program, 20 Kegiatan dan 7 rekomendasi. (Sumber: Amgpmdaerahbursel.org)

Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama