Close
Close

Antisipasi Covid19, Pemda Bursel Perketat Pintu Masuk



Kadis Kesehatan Bursel, Ibrahim Banda

Namrole, Orasirakyat.com
Pemda Buru Selatan (Bursel) akan melakukan pengetatan di setiap pintu masuk, baik itu pelabuhan maupun bandara. Pengetatan ini dalam rangkan mengantisipasi pelaku perjalanan yang datang membawa virus Covid-19 ke Bursel.


"Covid ini masuk dari pelaku-pelaku perjalanan sehingga kami berkesimpulan pengetatan di pintu-pintu masuk keluar di Kabupaten bursel ditindak lanjuti sekarang," ucap juru bicara Tim Gugus Covid 19 Kabupaten Bursel, Ibrahim Banda kepada wartawan di depan kantor Bupati setempat, Senin (7/2).



Disamping itu, kata Banda, Pemda Bursel juga telah mempersiapkan seperti kesiapan vaksinasi yang saat ini sudah lebih dari cukup, serta tenaga kesehatan dan juga obat-obatan.


"Sekarang kita ini dikerumuni oleh kasus kabupaten lain yang statusnya merah sehingga tidak ada jalan lain selain kita buat pengetatan pada pintu masuk ke Bursel. Kita mulai sepakati bahwa kita tindaki besok mengenai pengetatan-pengetatan, dua hal saja yakni pelaku perjalanan dan protokol kesehatan," paparnya.


Terkait pintu masuk, Pemda Bursel akan menempatkan petugas-petugas di pelabuhan maupun di bandara. Sebab tidak menutup kemungkinan kedepan Bursel juga akan terpapar Covid19.


"Pelabuhan dan bandara kita perketat karena di tempat-tempat lain sudah diperketat, maka kita juga harus sesegera mungkin. Kita tidak bisa lari lagi karena mungkin besok atau lusa sudah ada kasus karena kita dikelilingi oleh kasus merah semua," paparnya.


"Kalau nanti di semua pos-pos pelayanan itu jika ada bergejala kita langsung rapid sehingga kita bisa mengetahui sedini mungkin terhadap penularan disini," tambahnya.


Lebih jauh Banda yang juga Kadis Kesehatan Bursel ini menuturkan, bahwa minggu depan ini Pemda akan semakin perketat lagi soal testing di lapangan di semua fasilitas.


Hal ini untuk menjaga segala kemungkinan yang dapat terjadi diluar perkiraan dengan tetap menyiapkan sigap dan menyiapkan fasilitas pendukung untuk penanganan Covid19.


"Untuk isolasi kita siapkan rumah sakit umum daerah sebagai tempat isolasi sedang sampai berat. Jika berat dan kita tidak bisa tangani, maka kita akan kerjasama dengan Rumah Sakit Angkatan Laut di Ambon supaya bisa rujuk. Sedangkan untuk kelas tampa gejala dan ringan kita akan isolasi mandiri dengan pantauan ketat dari petugas. Kita sudah punya trik-trik untuk menghadapi hal itu," ungkapnya.


Ia menambahkan, meskipun Bursel dalam zona hijau, namun Pemda tidak bisa lengah dan tetap bersiaga, sebab Bursel saat ini dikelilingi oleh sejumlah daerah dengan status sudah merah.


"Hasil rapat tadi, di bidang penanganan dan pendisiplinan sudah harus bergerak sekarang dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Sudah diputuskan untuk mereka bekerja, kita di kesehatan mengantisipasi dari sisi kesehatannya terkait dengan obat-obatan, vaksin terus tenaganya, sudah disiapkan semuanya termasuk tempat isolasi," terangnya.


Selain sejumlah langkah yang diambil oleh Pemda Bursel, Banda juga menghimbau agar masyarakat Bursel dapat disiplin menerapkan prokes kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. 


Katanya, jika tidak ada keperluan mendesak, maka masyarakat diminta untuk tidak bepergian keluar daerah.


"Masyarakat harus menerapkan 5 M, itu yang pertama karena jika kita menghindari kerumunan dan ada pembatasan-pembatasan maka akan mengurangi  kontak dan jika masyarakat tidak menganggap penting untuk keluar dari daerah ini lebih baik jangan keluar ke daerah zona merah seperti Namlea atau Ambon karena perkembangannya cukup pesat. Maluku saat ini sudah 800 lebih. Jadi untuk mengantisipasi ini hanya mengurangi kontak saja," pungkasnya. (OR/AL)

Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama