Close
Close
Orasi Rakyat

Realisasi 100 Hari Kerja Di Kecamatan Namrole, Bupati dan Wabup Beri Sejumlah Bantuan






Lagu Terbaik Tahun 2021

Namrole, Orasirakyat.com
Setelah berkantor di kecamatan Waesama beberapa waktu lalu, kini Bupati dan Wakil Bupati Bursel Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliaser Selsily melakukan agenda yang sama di kecamatan Namrole, Kamis (23/9/31).


Dalam agenda itu Bupati dan Wakil Bupati melakukan dialog bersama pimpinan OPD, Camat dan kepala desa. Dialog ini berlangsung di depan kantor Camat Namrole. Selain mendengar keluh kesah masyarakat, sejumlah bantuan juga diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati.


Bantuan yang diberikan diantaranya, BLT untuk 17 Desa dengan total keluarga penerima manfaat sebanyak 923 KPM, timbangan elektronik sebanyak 200 buah, sejumlah alat peraga bagi TK dan Paud di Desa Leku, SAPRODI (bibit kangkung, Bawang merah dan anakan Pala), penyerahan aset pembangunan air minum bagi desa Lektama, Labuang, Famite, Elfule dan Oki Lama. 


Pemberian bantuan TIK bagi SD dan SMP, bantuan perumahan bagi 25 kepala keluarga di desa Oki Baru. Bantuan 70 buah life jacket bagi 14 orang di Desa Wamkana dan Desa Waenalut, makanan tambahan bagi masyarakat dan penyaluran BLT tahap III. Semua itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Bursel.

Dikesempatan itu dalam menyikapi kejadian bencana yang terjadi di kabupaten Bursel belakangan ini akibat cuaca ekstrim yang melanda, Bupati menginstruksikan kepada setiap dinas yang memiliki andil dalam penanganan bencana harus bergerak cepat merespon bencana yang terjadi.


"Tanggap bencana itu harus dan bersifat penting, kalau di bilang- bilang tapi tidak bisa berarti tidak perlu kita pakai. Tanggap bencana itu prioritas dan tidak bisa bilang itu nomor berapa. Tidak bisa, ini soal kemanusiaan," ucap Bupati dihadapan sejumlah pimpinan OPD, dan Kepala desa se-Kecamatan Namrole.


Menurutnya, kabupaten Bursel masih baru dibandingkan dengan daerah lain, namun dari infrastruktur sudah sangat baik. Tinggal bagaimana menjaga dan melanjutkan apa yang sudah ada. Sehingga jika ada terjadi bencana harus cepat direspon.


"Ini semua dalam masa - masa perjuangan. Bayangkan saja sebelum dimekarkan kita sangat setengah mati menjadi orang Namrole. Kita harus bersyukur untuk saat ini," ujarnya.


Ia juga meminta supaya sebagai kepala Dinas dan kepala Desa, harus mampu menjadi pemimpin yang berani dan bisa berbicara sesuai realita dan pemimpin harus mampu menangani suatu persoalan. Kalau pemimpin langsung turun dan menangani suatu persoalan dengan hati, semua pasti selesai.

Bupati juga menyinggung soal kinerja Kepala Desa Se-Kecamatan Namrole, yang mana kurang memberi perhatian bagi kesejahteraan masyarakat. Bahkan sampai saat ini, kata Bupati, belum ada BUMDES di kabupaten Bursel yang berhasil mensejahterakan masyarakatnya.


"Saya belum liat Bumdes yang mensejahterakan masyarakat, banyak yang belum berhasil, ini harus menjadi perhatian semua kepala desa jangan hanya cair ADD dan DD terus main di Kafe bayar hutang di kafe," paparnya.


Ia mengajak semua masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan Bursel dan tidak menginginkan orang - orang yang hanya ingin menghasut dan memecah belah kehidupan Kai Wait (Orang Basudara).


"Membangun Bursel tanggung jawab kita bersama, saya tidak suka orang - orang yang kerjanya hanya memprovokasi, orang- orang yang hanya mempedulikan kepentingan pribadinya lalu kepentingan masyarakat di abaikan. Orang - orang seperti itu tidak diperlukan," tegasnya.

Pantauan media ini, setelah berdialog di Kantor Camat, Bupati dan Wakil Bupati kemudian bergeser ke sejumlah pedagang di Pasar Kait Wait Namrole.


Disana, Bupati mengajak para pedagang untuk mampu berkontribusi bagi pembangunan Bursel.


Para pedagang diajak untuk terlibat dalam program pemerintah yakni Sabtu Pagi Bersi Lingkungan (Sapa Berlian). Sebab menurut Safitri, pasar harus selalu terlihat rapi, indah dan bersih sehingga jika ada orang dari luar Bursel yang berkunjung ke Namrole, mereka akan kagum dengan kondisi tersebut.


"Sapa Berlian bukan berlaku di 100 hari kerja saja tetapi selamanya. Semua pedagang di pasar Kai Wait harus mampu memberi kontribusi kepada daerah ini. Kalau tidak mau berkontribusi dan hanya mau menerima dan mengambil keuntungan saja tapi tidak mau terlibat dalam program pemerintah dan memberi ke daerah nanti saya cabut ijinnya," tegas Safitri.

"Kita harus mencintai daerah ini yang sudah memberi kita hidup. Prinsipnya kita pemerintah dan semua pedagang di pasar ini harus menjaga keharmonisan, keindahan sebab ini kota, nanti ada orang dari luar datang bisa lihat kota ini indah aman dan tertib," imbuhnya.


Safitri katakan, para pedagang sangat banyak membantu pemerintah dan masyarakat dalam segi perekonomian dan ketersediaan pangan. Tapi disamping itu, para pedagang juga harus memperhatikan kondisi pasar.


"Pedagang banyak membantu sekali, tapi keindahan pasar dan kota juga harus diperhatikan. Jadi saling membantu," tandasnya.


Dalam dialog itu, para pedagang meminta kelayakan tempat berjualan dan keamanan di pasar dan permintaan tersebut direspon oleh Bupati dan Wakil Bupati yang akan menempatkan SatPol PP di pasar Kai Wait.


“Kita akan tempatkan Satpol PP dan untuk Pedagang dari masyarakat adat di lokasi pasar moderen. Mereka (masyarakat adat) kita bebaskan dari tagihan,” pungkasnya.


Usai pertemuan bersama pedagang, Bupati dan Wakil Bupati meninjau sejumlah tempat hiburan (Cafe) di Kilometer III, Desa Labuang untuk mengecek perizinan tempat usaha dan pajak usaha.

Diketahui, kegiatan program100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati di Kecamatan Namrole, turut dihadiri Sekda, pimpinan DPRD dan anggota DPRD, pimpinan TNI-POLRI, Camat Namrole, para kades se-Kecamatan Namrole, TIm Penggerak PKK, pimpinan OPD lingkup Pemkab Bursel, tokoh Adat dan Agama, tokoh Pemuda dan Perempuan.


Agenda 100 hari kerja tersebut diawali dengan pelaksanaan vaksin dan diawasi langsung oleh ketua TP PKK Kabupaten Bursel, Cornelia Selsily yang berlangsung di Kantor Camat Namrole. (OR/AL)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama