Namrole – Kecelakaan laut terjadi di perairan depan Teluk Tifu, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Senin (13/7/2026). Longboat Tunas Muda asal Desa Welbele, Kecamatan Kepala Madan, yang mengangkut puluhan penumpang dan barang kebutuhan pokok dihantam gelombang tinggi hingga mengalami mati mesin dan kemasukan air. Akibat insiden tersebut, satu penumpang dilaporkan masih hilang.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu bermula saat longboat Tunas Muda bertolak dari pangkalan jonsong Namrole sekitar pukul 13.30 WIT menuju Desa Welbele dengan membawa 20 penumpang serta muatan sembako dan barang campuran.
Sesampainya di Pelabuhan Leksula sekitar pukul 14.40 WIT, kapal kembali menaikkan empat penumpang tambahan sebelum melanjutkan pelayaran sekitar pukul 15.00 WIT. Total penumpang menjadi 24 orang, ditambah tiga awak kapal.
Saat melintasi perairan depan Teluk Tifu sekitar pukul 16.00 WIT, cuaca dilaporkan memburuk dengan gelombang cukup tinggi. Longboat kemudian dihantam ombak dari arah belakang sehingga air masuk ke dalam badan kapal. Tiga mesin tempel berkekuatan 40 PK yang digunakan mengalami kerusakan dan tidak dapat dihidupkan kembali.
Kondisi tersebut memicu kepanikan para penumpang. Sebagian besar memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Beruntung, sebuah longboat dari Desa Ewiri yang sedang berada di sekitar lokasi segera datang memberikan pertolongan sehingga puluhan penumpang berhasil dievakuasi.
Namun hingga laporan diterima, seorang penumpang bernama Ijan Tasane (59), warga Desa Welbele, masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang. Upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan.
Selain korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian materiil berupa 15 karung beras, satu karung gula pasir, bahan sembako campuran, 200 liter minyak tanah, 160 liter bensin, setengah kubik kayu, empat unit argo, serta enam galon air.
Pihak kepolisian telah menerima laporan kejadian dan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tifu untuk memberikan tempat penampungan sementara bagi para korban. Polisi juga bekerja sama dengan pihak puskesmas guna memastikan kondisi kesehatan seluruh penumpang yang selamat.
Sementara itu, nakhoda dan awak longboat diamankan di Polsek Leksula guna kepentingan pemeriksaan sambil menunggu kedatangan keluarga korban.
Berdasarkan hasil pendataan awal, dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh gelombang tinggi yang mengakibatkan kapal kemasukan air dan mesin mati. Selain faktor cuaca, longboat juga diduga membawa penumpang dan muatan melebihi kapasitas, sehingga memperbesar risiko saat menghadapi cuaca buruk di musim timur.
Laporan tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan terhadap operasional angkutan laut tradisional. Pengawasan dari Syahbandar dan instansi perhubungan dinilai perlu diperketat, terutama dalam memastikan batas kapasitas muatan penumpang dan barang pada musim gelombang tinggi.
Selain itu, aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas di wilayah pelabuhan diharapkan lebih aktif memberikan imbauan kepada para pemilik dan pengemudi longboat agar tidak memaksakan pelayaran maupun mengangkut muatan berlebihan selama musim timur berlangsung.
Hingga kini, badan longboat Tunas Muda beserta tiga mesin tempelnya telah berhasil diamankan di Desa Tifu, sementara proses pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh warga bersama aparat terkait. (Rls/al)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

