Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Digitalisasi Pendidikan Dimulai dari Namrole: Wabup Bursel Buka Ujian SMP Berbasis Online

Namrole – Langkah nyata transformasi pendidikan di Kabupaten Buru Selatan kembali ditegaskan melalui pembukaan resmi pelaksanaan ujian sekolah tingkat SMP oleh Wakil Bupati, Senin (4/5/2026). Momentum ini menjadi penanda penting dimulainya era baru sistem evaluasi pendidikan berbasis digital di wilayah tersebut.

Kegiatan pembukaan dipusatkan di SMP Negeri 01 Namrole, yang saat ini tampil sebagai pelopor dengan menerapkan ujian sekolah berbasis online. Sekolah ini menjadi satu-satunya di Kabupaten Buru Selatan yang telah mengadopsi sistem digital dalam pelaksanaan ujian, sekaligus dijadikan model percontohan bagi sekolah lain.

Dalam agenda tersebut, Wakil Bupati hadir bersama Wakil Ketua I DPRD Ahmadan Loilatu serta anggota DPRD Komisi III, Haji Said Sabi dan Lamusli. Kehadiran unsur legislatif ini menunjukkan adanya dukungan politik yang kuat terhadap upaya percepatan digitalisasi pendidikan di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan, khususnya di sektor pendidikan. Ia menyebut bahwa langkah yang diambil SMP Negeri 01 Namrole sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong pemanfaatan teknologi di berbagai bidang.

“Ini adalah langkah awal yang sangat strategis. Ujian berbasis online bukan sekadar perubahan metode, tetapi bagian dari upaya besar untuk menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan penerapan sistem ini tidak hanya bergantung pada kesiapan sekolah, tetapi juga dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemkab Buru Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur teknologi pendidikan, mulai dari penyediaan perangkat, jaringan internet, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Menurutnya, pemerataan akses teknologi menjadi tantangan sekaligus prioritas utama, mengingat kondisi geografis wilayah yang masih memiliki keterbatasan di beberapa daerah.

“Kita tidak ingin digitalisasi hanya dinikmati oleh sekolah tertentu saja. Semua sekolah harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan maju,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 01 Namrole, M. Said Buton, SH., Gr., menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian online di sekolahnya merupakan hasil dari persiapan yang cukup panjang dan terencana. Mulai dari penyediaan sarana komputer, penguatan jaringan internet, hingga simulasi ujian yang telah dilakukan beberapa kali sebelumnya.

Ia mengungkapkan bahwa antusiasme siswa dalam mengikuti ujian berbasis digital cukup tinggi. Selain memberikan pengalaman baru, sistem ini juga dinilai lebih praktis dan efisien, baik dari segi waktu maupun pengolahan hasil ujian.

“Anak-anak terlihat lebih termotivasi. Mereka merasa lebih percaya diri karena sudah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam keseharian,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan sistem online juga dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan ujian. Proses koreksi yang dilakukan secara otomatis dapat meminimalisir potensi kesalahan serta mempercepat penyampaian hasil kepada siswa.

Meski demikian, pihak sekolah tetap mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin terjadi, seperti gangguan jaringan atau perangkat. Tim teknis disiagakan selama pelaksanaan ujian untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Langkah inovatif yang dilakukan SMP Negeri 01 Namrole ini diharapkan dapat menjadi pemicu perubahan di lingkungan pendidikan Kabupaten Buru Selatan. Pemerintah daerah pun mendorong agar sekolah-sekolah lain mulai beradaptasi dan mengembangkan sistem serupa sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Dengan dimulainya pelaksanaan ujian berbasis online ini, Buru Selatan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di era digital yang terus berkembang pesat. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama