Terpilihnya kembali Asriyadi bukan sekadar kemenangan prosedural, melainkan refleksi dari keberhasilan kepemimpinan yang dinilai mampu menjaga marwah partai, merawat konsolidasi, serta menanamkan semangat juang di tengah dinamika politik yang terus bergerak. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya visioner, tetapi juga memiliki ketegasan, ketulusan, dan kemampuan merangkul seluruh elemen partai hingga ke akar rumput.
Dalam keterangannya usai Musda, Asriyadi menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen kuat untuk mengamankan seluruh keputusan strategis yang dihasilkan dalam forum tertinggi partai di tingkat daerah tersebut.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan merupakan amanah besar yang akan dijawab dengan kerja nyata, loyalitas, serta pengabdian total demi kejayaan partai.
“Alhamdulillah seluruh tahapan Musda berjalan dengan baik, mulai dari pembukaan hingga sidang-sidang komisi. Kami kembali dipercayakan untuk memimpin Partai Golkar Buru Selatan periode 2025–2030. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus kami jaga dan wujudkan dalam kerja nyata,” ungkapnya dengan penuh optimisme di Namrole.
Musda ke-V tersebut juga melahirkan sejumlah keputusan strategis yang menjadi arah perjuangan partai ke depan. Pada aspek internal, fokus utama adalah mengembalikan kekuatan politik partai dengan merebut kembali kursi-kursi legislatif yang sempat hilang, baik di tingkat daerah, provinsi, hingga DPR RI. Sebuah target ambisius yang mencerminkan keberanian dan keyakinan tinggi di bawah komando Asriyadi.Sementara pada aspek eksternal, Partai Golkar Bursel secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan La Hamidi dan Gerson Eliaser Selsily, termasuk komitmen untuk kembali mendukung kepemimpinan tersebut pada periode berikutnya. Dukungan ini menunjukkan konsistensi politik Golkar sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Lebih jauh, Asriyadi menegaskan bahwa dirinya akan memimpin konsolidasi besar-besaran guna memperkuat mesin partai. Ia menjadikan pengalaman politik sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk melahirkan strategi baru yang lebih matang, terukur, dan berorientasi pada kemenangan.
“Kalau membesarkan partai itu sudah pasti. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita belajar dari pengalaman, memperkuat konsolidasi, dan memastikan kursi yang kemarin kosong bisa kita rebut kembali. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Dengan penuh percaya diri, Asriyadi bahkan menargetkan kemenangan signifikan pada kontestasi politik mendatang, dengan optimisme meraih hingga 75 persen suara. Keyakinan ini bukan tanpa dasar, melainkan bertumpu pada kekuatan konsolidasi, militansi kader, serta kepemimpinan yang dinilai semakin matang dan berpengalaman.Di bawah kendali Asriyadi Tomia, Partai Golkar Buru Selatan kini memasuki babak baru dengan semangat besar, energi muda, dan arah perjuangan yang semakin jelas. Ia bukan hanya pemimpin, tetapi simbol harapan dan kebangkitan politik Golkar di Buru Selatan. Figur ini diyakini mampu membawa partai kembali ke puncak kejayaan dengan gaya kepemimpinan yang tegas, merangkul, dan penuh dedikasi. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |



