Close
Close
Orasi Rakyat News

Mahasiswa Bursel Tuntut Kepastian Pimpinan PLN Leksula, Imbas Listrik Sering Padam

Ambon - Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Unet (HPMU) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Senin (2/2/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pelayanan listrik di Kecamatan Fena Fafan, Kabupaten Buru Selatan, yang dinilai sering mengalami pemadaman. Kondisi tersebut disebut telah menimbulkan keresahan dan kekecewaan masyarakat setempat.

Koordinator lapangan aksi, Ongen Hukunala yang juga merupakan mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, menilai lemahnya kinerja pimpinan PLN tingkat lokal menjadi salah satu penyebab buruknya pelayanan listrik di wilayah tersebut.

Menurut Hukunala, Kepala Sub Ranting PLN Leksula dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan di wilayah kerja tersebut.

“Ketidakbecusan itu menyebabkan listrik bisa padam puluhan kali hampir setiap hari,” tegas Hukunala dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, di antaranya menuntut transparansi dan kejelasan terkait proses serta waktu penetapan pimpinan definitif PLN Cabang Leksula.

Mahasiswa juga menilai belum adanya kepastian kepemimpinan di PLN Cabang Leksula telah menimbulkan kekosongan kepemimpinan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada menurunnya kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat di Kecamatan Leksula dan Kecamatan Fena Fafan.

Selain itu, massa aksi mendesak pihak PLN agar segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan kepemimpinan di PLN Cabang Leksula demi menjamin pelayanan publik yang optimal.

Massa juga meminta PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk menginstruksikan PLN Cabang Leksula melakukan pengecekan serta evaluasi menyeluruh terhadap jaringan listrik dan penerangan di Desa Uneth–Waeraman yang hingga saat ini disebut belum berfungsi secara maksimal.

Mahasiswa menegaskan bahwa masyarakat Desa Uneth–Waeraman berhak mendapatkan layanan listrik yang layak, merata, dan berkeadilan sebagaimana desa-desa lain di Kabupaten Buru Selatan.

HPMU juga menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan yang disampaikan tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak PLN.

“Jika poin-poin tuntutan ini tidak direalisasikan, maka dalam waktu dekat kami akan kembali turun aksi,” tutup Ongen Hukunala.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa. (EH)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Iklan Natal
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama