Close
Close
Orasi Rakyat News

Paripurna Hari Jadi ke-18 Buru Selatan, Bupati La Hamidi Minta Maaf dari Hati kepada ASN

Namrole
 – Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Buru Selatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Buru Selatan, Senin (20/7/2026), berubah haru ketika Bupati Buru Selatan, La Hamidi, menutup pidatonya dengan sebuah permohonan maaf yang tulus kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ratusan tamu undangan, La Hamidi memilih berbicara bukan sebagai seorang kepala daerah semata, melainkan sebagai pemimpin yang mengakui beban yang sedang dirasakan aparaturnya.

Dengan nada penuh keikhlasan, ia meminta maaf karena hingga kini pemerintah daerah belum mampu memenuhi seluruh hak finansial ASN sebagaimana mestinya.

"Kami memohon maaf kepada seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Sampai saat ini kami belum sempat menyelesaikan hak-hak Bapak dan Ibu sekalian," ucap La Hamidi.

Permohonan maaf itu menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam sidang paripurna yang memperingati usia ke-18 Kabupaten Buru Selatan. Bagi La Hamidi, gaji dan berbagai hak ASN bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan amanah yang harus ditunaikan pemerintah kepada para abdi negara yang setiap hari melayani masyarakat.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku itu menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran bukanlah akibat kelalaian ataupun kurangnya komitmen pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan fiskal, khususnya terkait mekanisme penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

"Sekali lagi, ini bukan karena kesengajaan yang kami lakukan, melainkan karena situasi Dana Alokasi Umum (DAU). Kendati demikian, kami tetap berkomitmen penuh untuk menyelesaikan apa yang menjadi hak Bapak dan Ibu sekalian," tegasnya.

La Hamidi mengakui bahwa pemerintah memahami betul setiap hak ASN memiliki arti penting bagi kehidupan keluarga mereka. Karena itu, dirinya bersama seluruh jajaran pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar seluruh kewajiban tersebut dapat segera dipenuhi.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Buru Selatan tidak menutup mata terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Sebaliknya, pemerintah memilih bersikap terbuka kepada masyarakat dan para ASN, sembari terus berikhtiar memperbaiki kondisi keuangan daerah.

Di penghujung sambutannya, La Hamidi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan tidak kehilangan optimisme dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Menurutnya, Kabupaten Buru Selatan dibangun melalui perjuangan panjang para pendahulu. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong, dan saling menguatkan harus tetap menjadi fondasi dalam menghadapi setiap kesulitan.

"Bersama, dengan semangat Lolik Lalen Fedak Fena, kita akan melewati masa-masa sulit ini. Pemerintah tidak akan berhenti berusaha memenuhi setiap amanah dan hak masyarakat maupun ASN. Sebab membangun Buru Selatan membutuhkan kejujuran, kerja keras, dan kebersamaan," tutup La Hamidi.

Permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka pada momentum hari jadi Kabupaten Buru Selatan itu menjadi pesan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan, tetapi juga dari keberanian mengakui keterbatasan, meminta maaf dengan tulus, serta tetap memegang komitmen untuk menunaikan amanah kepada rakyat. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama