Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

48 RELAWAN SPPG SIKKA PAGA IKUT - Pelatihan Penjamah Makanan Guna Jamin Kualitas Gizi Lokal

SIKKA, NTT - (6 Februari 2026)– Sebanyak 48 Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sikka Paga mengikuti pelatihan penjamah makanan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka di kecamatan paga. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM guna menjamin pelayanan gizi yang aman dan berkualitas di tingkat lokal.

Para relawan tersebut merupakan warga setempat yang diberdayakan untuk bekerja di Dapur Umum SPPG di Kecamatan Paga, di bawah naungan Yayasan Inang Anselmia Constansia Kabupaten Sikka. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap tahapan pengelolaan makanan memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, S.Si., Apt., menjelaskan bahwa pelatihan penjamah makanan memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan pangan. “Melalui pelatihan ini, relawan dibekali pengetahuan mengenai standar kebersihan, pengolahan, serta penyajian makanan agar tetap aman dan memenuhi mutu yang ditetapkan,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan ini, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh kepada para relawan SPPG Paga. Hal ini bertujuan agar para personel dipastikan dalam kondisi prima saat bekerja, sehingga aspek keamanan pangan tetap terjaga dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses produksi.

Petrus menambahkan bahwa relawan SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan gizi masyarakat, khususnya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar anak sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui sebagai target utama untuk meningkatkan gizi nasional. Ke depannya, program ini juga berencana menyasar lansia dan penyandang disabilitas, dengan melibatkan petani, UMKM, dan masyarakat lokal sebagai mitra penyedia bahan baku.

“Relawan yang bekerja di spot Paga harus betul-betul mengerti dan menjaga proses pengelolaan, mulai dari bahan mentah sampai siap saji. Kita bekerja untuk anak-anak kita yang ada di sekolah, sehingga keamanan makanan harus dijaga agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan,” tegas Petrus.

Pelatihan ini mencakup 20 materi mendalam terkait keamanan pangan siap saji, di mana 10 materi disampaikan pada hari pertama dan dilanjutkan dengan 10 materi berikutnya pada hari kedua. Selain pemberian materi teori dan praktik, sertifikat yang nantinya diperoleh para relawan diharapkan menjadi bekal kompetensi yang dapat digunakan untuk keperluan usaha produksi pangan di masa depan.

SPPG Sikka Paga diperkirakan akan mulai beroperasi secara penuh pada pertengahan bulan Februari ini dan kedepanya. Dapur Umum Paga akan mendistribusikan makanan ke setiap sekolah di Kecamatan Paga yang telah masuk dalam pendataan. Terkait hal tersebut, diharapkan adanya kerja sama yang solid antara pihak sekolah dengan pihak SPPG Sikka Paga dalam pelaksanaan program makan bergizi ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Penanggung Jawab SPPG Paga, Kepolisian Sektor Paga, serta tim kesehatan setempat. Dengan adanya pelatihan ini, 48 relawan SPPG Paga diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara profesional demi menjamin kualitas gizi bagi generasi masa depan di wilayah Sikka. (MM) 

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Iklan Natal
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama