Namrole - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan, Yurdin Halibi, memastikan hingga pertengahan Januari 2026 belum terdapat laporan kasus Super Flu di wilayah Buru Selatan. Kepastian tersebut disampaikan setelah pihaknya melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan, baik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun seluruh puskesmas.
“Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk kepada saya, baik dari RSUD maupun puskesmas, terkait adanya penyakit Super Flu di Kabupaten Buru Selatan,” kata Yurdin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Meski belum ditemukan kasus, Yurdin menegaskan bahwa Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, Super Flu saat ini tengah menjadi perhatian nasional seiring laporan penyebarannya yang cukup cepat di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurutnya, pengawasan lapangan terus dilakukan, terutama melalui jejaring puskesmas dan tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan pelayanan masyarakat. Ia juga meminta agar setiap indikasi atau gejala yang mengarah pada Super Flu segera dilaporkan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat.
“Kita tidak boleh lengah. Kerja sama semua pihak sangat penting, baik tenaga kesehatan maupun masyarakat. Jika ada gejala yang mencurigakan, harus segera dilaporkan agar bisa ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Yurdin menekankan, Super Flu tidak dapat dianggap sebagai penyakit biasa. Tingginya tingkat penularan membuat penyakit ini berpotensi menyebar luas apabila tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan semata,” tegasnya.
Istilah Super Flu sendiri belakangan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Penyakit ini dilaporkan telah menyebar secara global dan mulai terdeteksi di Indonesia. Meski disebut “super”, virus ini masih berasal dari keluarga influenza, namun merupakan varian baru dengan karakteristik penularan dan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan flu musiman.
Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melaporkan adanya temuan kasus Super Flu. Hingga Desember 2025, tercatat 62 kasus terkonfirmasi di sejumlah daerah. Meski jumlah tersebut belum menunjukkan lonjakan signifikan, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena pengalaman di beberapa negara menunjukkan penyebaran yang sangat cepat.
Secara klinis, Super Flu menampilkan gejala yang mirip dengan influenza pada umumnya, namun dengan intensitas yang lebih berat. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, serta durasi sakit yang lebih panjang.
“Gejalanya hampir sama dengan flu biasa, tetapi cenderung lebih berat. Demam bisa tinggi, nyeri otot terasa lebih kuat, tubuh sangat lemas, dan masa pemulihan bisa lebih dari dua minggu. Risiko komplikasinya juga lebih besar,” jelas Yurdin.
Ia menambahkan, kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan gangguan paru-paru memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat akibat infeksi Super Flu.
Sebagai langkah pencegahan, Yurdin kembali mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana dapat menjadi benteng awal untuk mencegah penularan penyakit.
“Gunakan masker saat sedang sakit, terapkan etika batuk dan bersin, rajin mencuci tangan, istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, serta jaga daya tahan tubuh. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mencegah penularan dan melindungi kelompok rentan,” tandasnya.
Sekadar diketahui, Super Flu merupakan varian baru virus influenza yang dilaporkan telah masuk ke Indonesia dengan tingkat penularan yang agresif. Secara medis, virus ini diidentifikasi sebagai influenza A subvarian H3N2 subclade K. Mutasi genetik pada virus tersebut membuatnya lebih efektif menginfeksi sel saluran pernapasan manusia dan berpotensi menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman biasa. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

