Jakarta - Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) punya peran penting dalam memperjuangkan kebaya hingga diakui sebagai Warisan Budata Tak Benda oleh UNESCO tahun 2024, melalui joint nomination Indonesia, Brunei Darussslam, Malaysia, Singapura dan Thailand.
Kiprahnya tersebut membawa Rahmi Hidayati dengan komunitasnya menerima penghargaan Trofi Abyakta, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Pada puncak Hari Pers Nasional, 9 Februari 2016 di Serang, Banten.
Sebagai Ketua Umum PBI, perempuan energik yang akrab dipanggil Mimi ini, kapan, dimana dan kemana pun selalu berkebaya. Menyetir mobil, naik angkot dari rumahya di Tangerang Selatan ke Jakarta, mendaki gunung, ikut terbang layang, memancing, mendayung, dan naik sepeda, hingga ke luar negeri pun, selalu berkebaya. Berapa dia punya kebaya? Magister Manajemen, FE-UI 2008 ini, mempunyai kebaya 300 potong lebih. Wow.
“Kebaya itu pakaian asli perempuan Indonesia. Nyaman dan tidak ribet cara memakainya,” tutur perempuan kelahiran Dumai 1968 yang suka blusukan ke Baduy untuk membagi obat-obatan.
Rahmi memulai karier kewartawanannya sejak tahun 1988. Setelah bekerja di Harian Bisnis Indonesia selama 10 tahun (1995-2005), ia menjadi wartawan lepas, supaya bisa mengurus PBI.
Ide membentuk komunitas PBI muncul ketika para wartawati dari berbagai media berkumpul untuk reuni sambil makan siang di rumah Mirna Ratna, wartawan Harian Kompas. Saat itu hadir Ezki Susanto, Kristin Samah, Maria Karsia, Lea Tandjung, Tingka Adiati, Tuti Marlina, Christine Chandraningsih dll. Kemudian tanggal 4 Desember 2014 itu, dibentuklah PBI, dan Rahmi dipercaya sebagai Ketua Umum PBI, dengan jaringan di berbagai daerah dan luar negeri.
Atas kiprahnya mempelopori gerakan berkebaya di dalam hingga di luar negeri, secara berkelanjutan selama lebih dari 10 tahun itulah, ia diganjar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada HPN 2026 di Banten. “Semoga penghargaan ini semakin menyemangati gerakan Mbak Rahmi dan PBI mencintai Indonesia dengan berkebaya,” ujar Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono merangkap Ketua Dewan Juri.
Sejak 2014, Komunitas PBI melakukan gebrakan untuk menggaungkan keberadaan kebaya, terutama ke generasi muda dan dunia. Diantara gebrakannya yang mengejutkan, pada 2017 menggelar “1.000 Perempuan Berkebaya” di Gedung A Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI.
Gebrakan PBI terus berlanjut dengan menggelar “Perempuan Berkebaya” yang diikuti 17.000 perempuan berkebaya di Alun-alun Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada 22 April 2017. PBI diganjar Rekor MURI. Dan, MURI mencatat acara ini sebagai “Penyelenggara Mengenakan Kebaya oleh Perempuan Terbanyak”
PBI kemudian menggelar Kongres Kebaya Nasional pada 5-6 April 2021 secara luring dan daring saat pandemi COVID-19. Tidak kurang 3.000 orang mengikuti kongres ini. Usulan kongres saat itu adanya Hari Kebaya Nasional dan pendaftaran kebaya ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Indonesia.
Kemudian PBI ikut ambil bagian pada “Acara Istana Berkebaya” pada 5 Agustus 2023 di Istana Merdeka yang diadakan oleh Kementerian Sekretaris Negara setelah ditetapkannya Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2025.
PBI terus mensosialisakan kebaya kepada masyarakat luas baik dalam negeri maupun luar negeri, melalui acara Kebaya Goes To School, Kebaya Goes To Campus, Kebaya Goes To Office, Kebaya Goes To United State pada Oktober 2017, Kebaya Goes To Tokyo pada Maret 2018, dan Kebaya Goes To Bangkok pada Desember 2019.
“PBI juga tak lupa menyelenggarakan pelatihan berbisnis kebaya mulai dari pengenalan jenis-jenis kebaya, cara menjahit, termasuk metode promosi dan penjualannya.Sebagai upaya turut menciptakan lapangan usaha baru.” Tuturnya.
Menurut Rahmi, selain bergerak di bidang budaya, PBI juga aktif di bidang sosial. Antara lain membantu korban bencana gempa. banjir, dan menggelar acara vaksin COVID-19 dengan berkolaborasi dengan organisasi lain.
Ketua Umum PBI itu mengimbau kalangan perempuan Indonesia, terutama generasi mudanya agar mencintai Indonesia: “Cintailah Indonesia dengan berkebaya!” ujarnya sambil tertawa berderai.(*)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

