Leksula – Konferensi Daerah (Konferda) XIII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan resmi digelar di Gedung Gereja GPM Leksula, Minggu (18/1/2026). Kegiatan lima tahunan ini akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh delegasi dari 8 cabang dan 36 ranting AMGPM se-Kabupaten Buru Selatan.
Pembukaan Konferda XIII berlangsung dalam ibadah Minggu yang dihadiri Pengurus Besar AMGPM, pimpinan gereja, pemerintah daerah, tokoh adat, serta seluruh kader AMGPM. Konferda ini mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM”.
Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM, Melkianus Sairdekut, dalam arahannya menegaskan bahwa AMGPM baru saja menyelesaikan Kongres Nasional pada Oktober 2025. Ia menyampaikan bahwa struktur Pengurus Besar AMGPM telah lengkap, termasuk dua kader terbaik dari Daerah Buru Selatan yang dipercaya masuk dalam kepengurusan PB AMGPM, yakni Dominggus Seleky dan Sami Latbual.
“Konferda XIII ini adalah sidang gerejawi untuk memilih pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan periode 2025–2030. Di dalam gereja tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Karena itu, jangan ada yang merasa menang dan jangan ada yang merasa kalah. Yang menang harus merangkul, yang kalah harus berbesar hati,” tegas Sairdekut.
Ia juga mengajak seluruh utusan dari delapan cabang untuk sungguh-sungguh berdoa dan meminta tuntunan Tuhan dalam memilih pemimpin yang takut akan Tuhan, berintegritas, dan mampu melayani gereja serta masyarakat.
Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan, Dominggus Seleky, dalam pidatonya menjelaskan bahwa Konferda XIII memiliki sejumlah agenda strategis, di antaranya menerima laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025, menetapkan garis besar program kerja 2025–2030, menyusun rencana anggaran, serta memilih dan menetapkan pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan untuk lima tahun ke depan.
“Konferda ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan AMGPM sebagai organisasi kader gereja yang siap melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan, baik di gereja maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Buru Selatan La Hamidi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada AMGPM Daerah Buru Selatan atas terselenggaranya Konferda XIII.
Menurutnya, Konferda merupakan wadah pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah yang sangat penting dalam evaluasi program, perumusan arah gerak organisasi, serta regenerasi kepemimpinan. Pemerintah daerah berharap AMGPM terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda.
“AMGPM dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia, hadir sebagai agen perdamaian, penjaga persatuan, serta pelopor toleransi di tengah masyarakat yang majemuk,” kata La Hamidi.
Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. Wendel Lesbassa, menekankan bahwa AMGPM adalah satu-satunya organisasi kader Gereja Protestan Maluku yang harus menjadi laboratorium pembinaan iman, kepemimpinan, dan karakter pemuda gereja. Menurutnya, kebesaran seorang kader tidak diukur dari jabatan, tetapi dari kesetiaan dalam melayani.
“AMGPM harus melahirkan kader yang kritis, produktif, beretika, dan memiliki spiritualitas yang kuat, sehingga dapat memberi kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat,” tandasnya.
Konferda XIII AMGPM Daerah Buru Selatan diharapkan berlangsung dengan penuh hikmat dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga seluruh keputusan yang dihasilkan sungguh membawa berkat bagi gereja, umat, dan daerah Buru Selatan.
Sekedar diketahui, dalam Konferda ke XIII ini, Bung Erens J. Tasidjawa dan Pdt. Johanis Pattinasarani terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan Periode 2025-2030.
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

