Namlea – Sayuran buncis yang dibudidayakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea telah menjadi pilihan bagi para pengepul sayuran lokal disekitar Lapas. Kali ini sayuran tersebut kembali dipanen warga binaan, Selasa (27/1/25).
Ketua Kelompok Tani Lapas Namlea, TW, menjelaskan total sebanyak 20 Kg Buncis yang dipetik sesuai permintaan pasar. “Kemarin kita sudah dihubungi melalui penjual sayur yang kebetulan asalnya tidak terlalu jauh dari sini, sehingga hari ini kami petik dan akan diambil nanti pada sore hari,” ujar TW.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menambahkan, meskipun lokasi Lapas Namlea yang letaknya jauh dari perkotaan, hasil usaha tani milik warga binaan tetap laris dan dibeli dari berbagai kalangan mulai pegawai, masyarakat sekitar, hingga pengepul sayuran. “Kami bersyukur sejauh ini setiap hasil panen selalu terjual habis. Dari hasil itu, profitnya bisa kami manfaatkan untuk modal penanaman kembali, upah warga binaan, kebutuhan bama, hingga PNBP,” tambah Mustafa.
Saat ini Lapas Namlea tengah dalam proses pembudidayaan 5 jenis tanaman pangan hingga holtikultura yakni jagung pulut, buncis, tomat, cabai rawit, sawi, dan kangkung.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan dengan pemberdayaan warga binaan melalui pembinaan kemandirian dalam pertanian tidak hanya memberikan benefit dalam bentuk premi tetapi juga membuat warga menjadi lebih mandiri dan berdikari dalam mengembangkan kualitas diri. “Kita berdayakan warga binaan di Lapas bukan hanya untuk pembinaan semata tetapi nanti pengalaman-pengalaman mereka selama di Lapas saat mengikuti pembinaan akan sangat berguna ketika sudah menghirup udara bebas,” tutur Marasabessy. (LHO)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

