NTT - Lupakan ruang kelas yang penuh buku. Selama beberapa hari terakhir, buku pelajaran SMP PGRI 3 Paga berganti rupa menjadi peta navigasi, kompas, dan kayu bakar. Ratusan siswa "menyerbu" area perkemahan Arawawo di Desa Aebubu dalam sebuah agenda camping Pramuka yang bukan sekadar formalitas.
Ini adalah laboratorium alam nyata di mana kemandirian diuji dan kekompakan ditempa.
Kegiatan ini dirancang khusus untuk mendorong para siswa keluar dari zona nyaman mereka. Di bawah bimbingan para guru dan pembina pramuka, mereka belajar survive.
Upacara pembukaan Camping Pramuka telah dilaksanakan pada Kamis 13 November 2025, dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMP PGRI 3 PAGA, Arnoldus Donatus Doja, S. Fil Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan inj untuk memberikan pengalaman berharga dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap alam.
"Melalui kegiatan camping Pramuka ini siswa siswi di latih untuk belajar kemandirian dan bertanggung jawab terhadap kegiatan ini sampe selesai. Manfaatkan setiap detik di sini. Jadikan momen ini sebagai ajang untuk mengasah mental, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan karakter positif. Jaga keselamatan, jaga etika, dan hormati kaka- kaka pembina dan jagalah alam tempat kita berpijak," ujar Arnoldus Donatus Doja, S. Fil .
Para peserta perkemahan terlibat dalam beragam aktivitas edukatif dan menantang. Agenda kegiatan meliputi:
- Pendidikan Karakter spiritual/mental : Renungan Malam.
- Pemaparan materi Kepanggalangan
- Pemaparan materi semaphore
- Pemaparan materi PBB
- Hiburan dan games
- Seni dan Budaya: Pentas seni api unggun di malam hari, menampilkan bakat-bakat terpendam para siswa.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan positif dari orang tua dan ,kepolisian paga dan pihak sekolah, yang menganggapnya sebagai metode pembelajaran holistik yang efektif.
"Yang paling seru itu saat harus masak Nasi dengan peralatan ala Kadarnya pakai kayu bakar di saat hujan. tapi rasanya lebih enak daripada masakan di rumah," cerita salah satu siswa bernama Renol dari regu Naga salah satu sambil tertawa.
Rangkaian kegiatan resmi berakhir pada hari Sabtu, 15 November 2025 Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman, di bawah pengawasan ketat para guru pendamping dan tim medis yang disiagakan di lokasi. Dengan ini menandakan berakhirnya tiga hari penuh tantangan dan pembelajaran.
Para siswa dijadwalkan kembali ke sekolah dengan harapan membawa pulang pengalaman berharga dan semangat baru. (MM)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

