Close
Close
Orasi Rakyat News

Lomba Literasi Daerah 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Buru Selatan Dorong Generasi Muda Kreatif dan Gemar Membaca

NAMROLE – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Perpustakaan terus mendorong peningkatan budaya baca, kreativitas, dan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Lomba Literasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Melangkah, Berinovasi Mewujudkan Buru Selatan yang Maju, Sejahtera, dan Humanis” ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Buru Selatan, Prof. Dr. Ali Awan, M.Si., yang mewakili Bupati Buru Selatan, La Hamidi, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buru Selatan tersebut sekaligus menjadi momentum pemanfaatan gedung layanan perpustakaan daerah sebagai pusat informasi, pendidikan, pengembangan pengetahuan, dan kreativitas masyarakat.

Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Buru Selatan, Rido Johanes Behuku, S.Pi., M.Si, Bunda PAUD Kabupaten Buru Selatan, Wa Uma Hamid, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, peserta lomba, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, yang dibacakan Sekda Prof. Ali Awan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemerintah juga mengajak sekolah, guru, orang tua, komunitas literasi, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan literasi agar berkembang secara berkelanjutan di Kabupaten Buru Selatan.

Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berpengetahuan luas, kreatif, berani menyampaikan gagasan, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan masa depan.

Karena itu, kegiatan lomba literasi tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan setiap proses sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri.

“Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Proses belajar, keberanian mencoba, kreativitas, kedisiplinan, dan semangat untuk terus memperbaiki diri merupakan nilai-nilai penting yang harus kita bangun bersama,” demikian pesan Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Ia juga mengingatkan peserta yang meraih juara agar menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, diharapkan tidak berkecil hati, melainkan tetap berusaha dan menjadikan pengalaman lomba sebagai bekal untuk meraih keberhasilan pada kesempatan berikutnya.

Ketua Panitia: Literasi Harus Menjadi Budaya Masyarakat

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Literasi Daerah Tahun 2026, Dominggus R. Diaz, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk meningkatkan minat baca, mengembangkan kemampuan literasi, serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan budaya membaca di kalangan pelajar dan masyarakat, mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, serta memberikan ruang bagi peserta didik dan masyarakat untuk menunjukkan bakat dan prestasi di bidang literasi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan sekolah, guru, pustakawan, komunitas literasi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Berdasarkan laporan panitia, lomba literasi tahun ini diikuti oleh 140 peserta dari 47 sekolah dan enam konten kreator, yang terbagi dalam tiga mata lomba dan enam kategori.

Adapun jenis perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba mewarnai bagi anak usia PAUD/TK, lomba pidato untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, serta lomba konten kreator untuk kategori umum.

Kegiatan ini juga melibatkan siswa-siswi dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Namrole, mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA. Kehadiran para peserta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.

Panitia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, mampu mengembangkan ide dan gagasan, serta menjadikan pengetahuan sebagai modal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Gedung Perpustakaan Diharapkan Menjadi Pusat Kreativitas

Selain pelaksanaan perlombaan, pemanfaatan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buru Selatan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Panitia berharap keberadaan gedung perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama, tempat bertukar gagasan, pusat kreativitas, serta ruang tumbuh bagi generasi muda.

Dengan pemanfaatan yang optimal, perpustakaan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses sumber informasi dan bahan bacaan berkualitas, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan dukungan bersama dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat agar fasilitas perpustakaan dapat dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dalam laporannya, Diaz juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah beserta seluruh jajaran, panitia pelaksana, PT Intan Pariwara, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Lomba Literasi Daerah Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Oktober 2026, bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buru Selatan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan diharapkan dapat terus memperkuat gerakan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, berdaya saing, dan berbudaya.

Semangat literasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan perlombaan, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Buru Selatan. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama