SURABAYA, Senin (26/10/2026) – Pertemuan awal pembentukan Forum Peduli dan Pengolah Tembakau Indonesia (FP2TI) menyepakati langkah konkret menuju penyusunan Dewan Pimpinan Pusat (DPP): pembagian tugas pengurus, penyusunan proposal dan anggaran, serta persiapan kajian akademisi dan seminar kebangsaan tentang pita cukai UMKM untuk rokok kearifan lokal.
Kesepakatan itu dirumuskan dalam pertemuan yang digelar di Depot SSBB, Jalan Ahmad Yani No. 256, Surabaya, Senin (26/10/2026). Pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban, dengan peserta duduk bersama dan bertukar pandangan mengenai wadah yang dapat menampung aspirasi para pihak yang peduli terhadap rokok kearifan lokal.
Fokus utama pertemuan adalah mematangkan persiapan pembentukan DPP. Agenda yang dibahas mencakup penyusunan jadwal kegiatan, perumusan rundown acara, pembagian tugas, hingga penyusunan proposal dan perencanaan anggaran.
Selain itu, disiapkan pula rencana kajian akademisi dan penyelenggaraan seminar kebangsaan. Kedua kegiatan ini dirancang untuk memperkaya perspektif mengenai keberadaan rokok kearifan lokal dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, akademik, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dea Melanie, S.H., selaku penggagas, mengajak para calon pengurus DPP FP2TI untuk berpartisipasi aktif dalam proses persiapan. Pembagian tanggung jawab yang jelas diharapkan membuat setiap tahapan pembentukan organisasi dapat direncanakan secara terarah, termasuk perencanaan program kerja dan penentuan prioritas kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut, Faturahman, S.H. (Gus Ong) yang disebut sebagai Ketua Umum FP2TI menegaskan arah perjuangan organisasi. Tokoh muda Madura itu menyoroti banyaknya kasus rokok kearifan lokal yang beredar tanpa cukai.
"Sebenarnya produk UMKM, tapi belum ada rumus tentang solusi Pita Cukai UMKM, seharusnya pemerintah hadir untuk memberikan solusi bukan hanya tegasnya penindakan," tegasnya.
Melalui pertemuan ini, para inisiator FP2TI diharapkan dapat merumuskan langkah konkret dalam membangun organisasi yang memiliki arah gerak, struktur, dan agenda kegiatan yang terencana.
Status Pembentukan: Masih Tahap Awal, Belum Definitif
Perlu ditegaskan, pertemuan di Depot SSBB ini merupakan bagian dari proses awal pembentukan organisasi. Susunan kepengurusan definitif, program kerja, serta realisasi kajian akademisi dan seminar kebangsaan masih perlu dikonfirmasi berdasarkan hasil rapat dan keputusan bersama para inisiator FP2TI.
Tahapan selanjutnya akan bergantung pada hasil pembahasan, kesepakatan para calon pengurus, serta realisasi agenda yang telah direncanakan.
Dengan persiapan yang matang, FP2TI diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi bagi pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap rokok kearifan lokal, sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan. (OR-Rls)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

