Ambon - Dugaan transaksi senilai Rp75 juta yang menyeret nama pengusaha BBM, Edwin Domine Erloit, menjadi sorotan publik. Bukti transfer yang beredar luas di masyarakat mendorong aktivis Maluku, Arsad Souwakil, mendesak Polda Maluku segera mengusut tuntas.
Arsad meminta Kapolda Maluku tidak tinggal diam terhadap informasi dan bukti transfer yang beredar tersebut. Ia mendesak aparat kepolisian memeriksa pihak yang diduga mengirim maupun menerima uang, termasuk seorang aktivis berinisial FR, untuk mengungkap tujuan transaksi.
"Kalau bukti transfer itu autentik dan berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum, semua pihak harus diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan ada tebang pilih dalam penegakan hukum," tegas Arsad di Ambon, Rabu (21/10/2026).
Selain dugaan transaksi tersebut, Arsad juga menyoroti dugaan aktivitas BBM ilegal dan illegal logging yang menurutnya harus ditindak serius apabila ditemukan bukti pelanggaran. Ia menilai pembiaran terhadap praktik ilegal berpotensi merugikan negara dan masyarakat.
Siapkan Aksi Besar di Polda Maluku
Sebagai bentuk keseriusan mengawal persoalan itu, Arsad bersama rekan-rekan aktivis dari Unidar Ambon menyatakan akan menjadwalkan gerakan besar di Polda Maluku.
Aksi tersebut, kata dia, untuk mendesak transparansi dan keseriusan aparat dalam menindaklanjuti informasi yang beredar di publik.
"Gerakan ini merupakan dorongan agar penegakan hukum berjalan profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu," ujarnya.
Arsad menegaskan, dugaan tersebut harus dibuka secara terang benderang melalui proses hukum yang sah. Ia juga menekankan bahwa seluruh pihak yang disebutkan berhak memberikan klarifikasi, sementara kesimpulan mengenai ada atau tidaknya tindak pidana harus berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang terverifikasi oleh aparat penegak hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Edwin Domine Erloit belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (OR-EH)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

