BURU – Dugaan praktik penambangan emas ilegal menggunakan alat berat di kawasan Gunung Nona, Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, kembali menjadi sorotan. Mantan anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan, Viktor Hukunala, mendesak Kapolri, Kapolda Maluku, Kapolres Pulau Buru, hingga Tim Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk segera menindak tegas para pelaku yang diduga merusak lingkungan.
Kepada wartawan, Hukunala menyatakan aktivitas penambangan menggunakan ekskavator di kawasan Gunung Nona semakin marak dan telah menyebabkan kerusakan kawasan hijau, termasuk areal tanaman minyak kayu putih, serta aliran sungai yang selama ini menjadi sumber air bagi lahan persawahan masyarakat.
"Kerusakan lingkungan ini tidak bisa terus dibiarkan. Kami meminta aparat penegak hukum segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku penambangan liar yang menggunakan alat berat," tegas Hukunala.
Ia mengaku telah melakukan investigasi lapangan bersama timnya dan mengumpulkan sejumlah data mengenai pihak-pihak yang diduga mengoperasikan alat berat di kawasan tambang emas Gunung Nona.
Menurut Hukunala, pihaknya juga menemukan dugaan adanya keterlibatan sejumlah oknum aparat dalam aktivitas penambangan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai identitas maupun bentuk dugaan keterlibatan tersebut dan menyatakan seluruh bukti akan diserahkan kepada penyidik.
Selain itu, Hukunala mengaku telah mengantongi sejumlah nama yang diduga menggunakan alat berat di lokasi tersebut, masing-masing berinisial R, W, D, R, R, SP, Y, UP, Bun, RS, dan LS.
"Seluruh data yang kami miliki akan segera kami laporkan secara resmi ke Polda Maluku agar dilakukan penyelidikan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan aktivitas penambangan ilegal di Gunung Nona, termasuk menelusuri penggunaan alat berat yang diduga beroperasi tanpa izin serta dampaknya terhadap kerusakan lingkungan dan ekosistem di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Maluku, Polres Pulau Buru, maupun pihak-pihak yang disebut melalui inisial terkait pernyataan Viktor Hukunala. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak tersebut guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (Rls)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

