Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

KPKM RI Gelar Penyuluhan di Lapas Narkotika Simalungun, Tekankan Kesadaran Diri, Pendidikan, dan Pembinaan Hukum bagi WBP

SIMALUNGUN – Komitmen membangun kesadaran hukum, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong perubahan perilaku Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali ditunjukkan Komisi Pengawas dan Perlindungan Masyarakat Republik Indonesia (KPKM RI).


Pada Jumat (12/6/2026), KPKM RI bersama sejumlah aparat penegak hukum dan instansi pemerintah menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di Lapas Narkotika Klas IIA Simalungun. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus motivasi bagi para warga binaan agar mampu menata kembali masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan.


Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya:


• Polres Simalungun yang diwakili Kanit Tipikor Ipda Ricardo Pasaribu, SH;


• Polres Pematangsiantar yang diwakili KBO Sat Narkoba Ipda Ganda Sinaga, SH;


• Kejaksaan Negeri Simalungun yang diwakili Kasubsi Pidum Rizki Fajar Bahari, SH;


• BNN Simalungun yang diwakili Erianson Saragih beserta jajaran;


• Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun yang diwakili Kasi Sarana dan Prasarana;


• Dinas Sosial Kabupaten Simalungun yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Septiaman Purba.


Dalam sesi pemaparan dan dialog interaktif, para narasumber menegaskan bahwa perubahan hidup harus dimulai dari diri sendiri. Kesadaran pribadi, dukungan keluarga, lingkungan yang positif, serta kedekatan kepada Tuhan disebut sebagai fondasi utama untuk keluar dari lingkaran penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.


"Kesadaran diri adalah obat terbaik untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba. Ketika seseorang masih memiliki tekad untuk berubah, mengingat keluarga, orang-orang tercinta, dan Tuhan, maka harapan untuk bangkit selalu ada," menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.


Selain pembinaan hukum dan sosial, isu pendidikan juga menjadi perhatian penting. Program pendidikan nonformal Paket A, Paket B, dan Paket C mendapat respons positif dari para warga binaan karena dinilai membuka peluang bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terputus.


Program tersebut diharapkan dapat direalisasikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan yang komprehensif, sehingga para warga binaan memiliki bekal pendidikan, keterampilan, dan pemahaman hukum yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.


Sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam mendukung pembinaan warga binaan, Ketua Umum KPKM RI Hunter D. Samosir bersama jajaran, termasuk Bobby Sihite, menyerahkan piagam penghargaan kepada para narasumber dan instansi yang terlibat.


Melalui kegiatan ini, KPKM RI berharap kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, aparat penegak hukum, dan instansi pemerintah dapat terus diperkuat guna menciptakan program pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Klas IIA Simalungun. (OR-Rls)


Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama