Namrole – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru Selatan, Hj. Samsul Sampulawa, mendampingi Bupati Buru Selatan, La Hamidi, meninjau langsung lokasi abrasi pantai yang mengancam permukiman warga di Desa Waenono, Kecamatan Namrole, sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat.Kunjungan lapangan pad Senin (15/06/2026) tersebut dilakukan setelah sejumlah warga Desa Waenono mendatangi Kantor Bupati untuk menyampaikan kondisi abrasi yang semakin parah dan dikhawatirkan dapat merobohkan rumah-rumah warga, terutama menjelang puncak musim angin timur.
Setibanya di lokasi, Bupati La Hamidi bersama Hj. Samsul Sampulawa melihat secara langsung kondisi bibir pantai yang terus tergerus gelombang laut. Abrasi yang terjadi telah mendekati kawasan permukiman sehingga membutuhkan penanganan segera.
Dalam kesempatan itu, Bupati meminta Kepala Dinas PU Kabupaten Buru Selatan, Hj. Samsul Sampulawa, untuk mempertemukannya dengan pelaksana lapangan, Konsultan Pengawas, serta Pengawas Direksi Supervisi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku yang saat ini tengah melaksanakan pembangunan talud dan beton pemecah ombak di Desa Waenono.
Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan pekerjaan yang sedang berjalan dapat lebih difokuskan pada titik-titik abrasi yang telah masuk kategori darurat dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Bupati La Hamidi menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat setelah menerima laporan warga mengenai kondisi abrasi yang semakin mengkhawatirkan.
"Beberapa jam yang lalu kami didatangi keluarga masyarakat Desa Waenono yang terdampak bencana. Kalau dilihat secara kasat mata, kondisi rumah warga yang berada di tepian pantai ini sangat memprihatinkan. Bisa saja pada musim timur ini rumah-rumah tersebut roboh jika tidak segera ditangani," ujar Bupati.
Menurutnya, keberadaan proyek pembangunan talud dan pemecah ombak yang sedang dikerjakan Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku harus dimanfaatkan secara maksimal dengan mengutamakan lokasi-lokasi yang paling rawan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai agar pelaksanaan pekerjaan lebih difokuskan pada kawasan yang sangat kritis dan rawan sehingga masyarakat bisa lebih tenang menghadapi musim ombak timur," katanya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas PU Kabupaten Buru Selatan, Hj. Samsul Sampulawa, langsung memfasilitasi pertemuan antara Bupati dengan pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, dan pengawas BWS untuk membahas percepatan penanganan abrasi pada titik-titik prioritas.
Tim Leader sekaligus Konsultan Pengawas proyek, Winarto, menjelaskan bahwa pembangunan talud dan pemecah ombak sepanjang 200 meter di Desa Waenono saat ini telah mencapai progres sekitar 30 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026 sesuai masa kontrak selama 293 hari.
Ia menyatakan usulan Bupati agar pekerjaan diprioritaskan pada lokasi yang paling kritis akan segera disampaikan kepada pimpinan Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku.
"Kalau melihat kondisi di lapangan, lokasi yang diusulkan Pak Bupati memang harus segera ditangani. Apa yang menjadi permintaan beliau akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk mendapatkan persetujuan sehingga pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran," ujar Winarto.
Hal senada juga disampaikan Pengawas Direksi Supervisi BWS, Benjamin, yang memastikan arahan Bupati akan menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Selatan Prof. Ali Awan, Kepala Dinas PU Hj. Samsul Sampulawa beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan Momin Tamanusa, Sekretaris BPBD Melkior Solissa, Camat Namrole Nazar Solissa, perangkat Desa Waenono, Pengawas Direksi Supervisi BWS Benjamin, serta Tim Leader Konsultan Pengawas Winarto.
Melalui koordinasi yang dilakukan bersama Dinas PU Kabupaten Buru Selatan dan Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan berharap penanganan abrasi di Desa Waenono dapat dipercepat sehingga mampu melindungi permukiman warga dari ancaman gelombang laut yang diperkirakan semakin besar pada puncak musim angin timur. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |
