Namlea - Chairia Al-Hamid, warga Desa Lala, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, mengaku ditipu oknum PNS di Puskesmas Desa Sawa, Kecamatan Liliyali, berinisial NP alias Nur sebesar 108 juta.
Masalah dugaan penipuan oleh NP itu telah dilaporkan ke Polres Buru sejak sebulan lalu. Namun kasus itu masih mengendap di tangan kepolisian.
Hal itu diungkap Ketua DPD LSM Intra-Win Maluku, Nurjanah Rahawatin kepada awak media di Namlea, Sabtu malam (20/6/2026). "Laporan dugaan penipuan ini masih terkatung-katung di tangan polisi. Saya sudah tanya penyidik yang menangani kasus ini, namun tidak mendapat jawaban memuaskan,"kata Nurjanah.
Menurut Nurjanah dan korban penipuan Chairia Al-Hamid, kejadian itu berawal saat NP mendatangi Chaira untuk meminjam uang sebesar Rp. 50 juta.
Posisi NP pada saat itu masih berstatus Bendahara Puskesmas Desa Sawa. Kini dia sudah bukan lagi menjabat Bendahara Puskesmas.
Ia datang ke Chairia dengan modus minjam uang untuk dipakai merehabilitasi gedung Puskesmas yang sangat mendesak.
Karena percaya Chaira menyerahkan uang tersebut dengan bukti kesepakatan perjanjian yang ditandatangani di atas meterai dan juga dibuat bukti kuitansi penerimaan uang oleh NP.
Chairia juga sempat memotret NP yang menerima uang pinjaman tersebut.
Chairia meminta NP agar jangan terlalu lama mengembalikan uang pinjaman karena itu modal usaha dagangannya.
Di kemudian hari NP terus melakukan pinjaman yang dilakukan secara bertahap sehingga membengkak menjadi 108 juta.
Namun setelah itu, NP menggantung janjinya kepada Chairia. Setiap ditagih NP selalu beralasan yang macam-macam, hingga pinjaman itu sudah m ngendap hampir dua tahun.
Karena merasa telah tertipu oleh NP, akhirnya Chairia memilih melapor ke Polres Buru sejak sebulan lalu.
"Laporan telah diterima dan ditangani penyidik di reskrim. Namun tidak berlanjut dan mengendap sampai hari ini," timpal ketua LSM Intra-Win.
Korban Chairia pernah menemui atasan NP di Dinas Kesehatan Kabupaten Buru perihal oknum bendahara ini yang meminjamkan uang untuk rehabilitasi gedung Puskesmas.
Kadis Kesehatan sempat dibuat terkejut karena tidak pernah ada laporan dari para bahasannya perihal pinjam uang tersebut.
Nurjanah menambahkan kalau dugaan penipuan oleh NP ini baru diketahui setelah sepupunya Chairia datang mengeluhkan masalah itu kepadanya.
Aku Nurjanah, kalau NP sendiri diduga banyak melancarkan modus pinjam uang sampai di wilayah tambang gunung botak. Bahkan masalahnya dibikin viral di Facebook karena ada yang merasa tertipu.
Mengomentari lebih jauh laporan sepupunya yang masih terkatung-katung di polres, Nurjanah menduga ada unsur kesengajaan.
"Masalah sepertinya ada unsur kesengajaan dari penyidik Polres Buru berdasarkan Kapolres Sendiri lebih banyak fokus ke pertanian. Mungkin," sindir Nurjanah.(LTO)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

