Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Hilirisasi Ubi Kayu Dapat Restu Mentan, Arah Baru Pertanian Buru Selatan Resmi Dimulai

JAKARTA – Upaya Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk menghadirkan transformasi sektor pertanian akhirnya membuahkan hasil. Program pengembangan hilirisasi ubi kayu berskala besar yang diusulkan sebagai salah satu proyek strategis daerah resmi mendapat dukungan dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Menteri Pertanian dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Bupati Buru Selatan, La Hamidi, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Persetujuan pemerintah pusat ini menjadi tonggak penting bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Buru Selatan. Pasalnya, hilirisasi ubi kayu tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian semata, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan industri pengolahan yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.

Program tersebut merupakan bagian dari gagasan besar Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang melihat besarnya potensi lahan pertanian di Buru Selatan. Gagasan itu kemudian mendapat dukungan penuh dari Bupati Buru Selatan, La Hamidi, yang berkomitmen menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Selama ini, Buru Selatan dikenal memiliki ketersediaan lahan yang luas dan subur, namun pemanfaatannya belum maksimal untuk mendukung pengembangan industri berbasis pertanian. Melalui program hilirisasi ubi kayu, komoditas yang selama ini hanya dijual dalam bentuk bahan mentah akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu memperkuat rantai industri dan meningkatkan pendapatan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa proyek hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan sejalan dengan agenda besar Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

"Program ini sangat sejalan dengan visi Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Karena itu Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Amran.

Sebagai bentuk dukungan awal, Kementerian Pertanian akan mengirimkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa beberapa unit traktor ke Kabupaten Buru Selatan. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membuka dan mengelola lahan-lahan potensial yang telah disiapkan bagi kelompok tani sebagai bagian dari pengembangan kawasan ubi kayu terpadu.

Langkah ini disambut optimistis oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Bupati La Hamidi menilai dukungan pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bahwa Buru Selatan memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra pertanian dan agroindustri baru di Maluku.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, proyek hilirisasi ubi kayu juga diyakini akan menghadirkan efek berganda bagi perekonomian daerah. Investasi yang masuk akan membuka lapangan pekerjaan baru, memperkuat sektor usaha mikro dan menengah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, hilirisasi ubi kayu kini menjadi simbol dimulainya arah baru pembangunan pertanian di Kabupaten Buru Selatan. Sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu mengubah potensi lahan yang selama ini belum tergarap optimal menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.

Restu Menteri Pertanian menjadi awal dari perjalanan besar Buru Selatan menuju kawasan pertanian modern berbasis hilirisasi, sekaligus menegaskan posisi daerah ini sebagai salah satu calon lumbung pangan dan pusat agroindustri masa depan di Maluku. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama