Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

DPP GSON Audiensi dengan Perpustakaan Nasional RI, Dorong Penguatan Literasi dan Pelestarian Pengetahuan Lokal Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, 2 Juni 2026– Dewan Pimpinan Pusat Generasi Solidaritas Ono Niha (DPP GSON) melaksanakan audiensi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Gedung Perpusnas RI, Jakarta Pusat. Audiensi ini merupakan bagian dari komitmen DPP GSON dalam mendorong penguatan literasi generasi muda, pembangunan sumber daya manusia, serta pelestarian pengetahuan lokal sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Audiensi diterima langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Dr. Adin Bondar, S.Sos., M.Si, beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, DPP GSON menyerahkan kajian akademis berjudul “Penguatan Literasi Generasi Muda dan Pelestarian Pengetahuan Lokal sebagai Pilar Pembangunan SDM Menuju Indonesia Emas 2045.” Kajian tersebut menyoroti berbagai tantangan literasi di era digital, mulai dari penyebaran hoaks dan disinformasi, rendahnya budaya membaca kritis, keterbatasan literasi digital, hingga kesenjangan akses literasi di wilayah kepulauan dan daerah terluar.

DPP GSON juga menekankan pentingnya transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, pengembangan keterampilan, literasi digital, serta pelestarian budaya dan pengetahuan lokal. Selain itu, organisasi menyoroti perlunya upaya dokumentasi dan digitalisasi sejarah, bahasa daerah, tradisi lisan, serta pengetahuan lokal agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan RI, Dr. Adin Bondar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPP GSON dalam menghadirkan gagasan dan kajian yang berorientasi pada pembangunan literasi masyarakat. Menurutnya, pembangunan literasi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan, guna memperkuat budaya baca, meningkatkan literasi digital, dan memperluas akses pengetahuan hingga ke daerah kepulauan dan terluar Indonesia.

Ketua Umum DPP GSON, Julianus Daeli, menegaskan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan literasi nasional melalui berbagai program strategis, seperti pengembangan Rumah Literasi Ono Niha, taman baca masyarakat, kelas riset dan diskusi publik, pelatihan literasi digital dan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi sejarah dan budaya lokal, pendampingan perpustakaan desa, serta penguatan pusat kajian literasi dan kebijakan publik.

Menurutnya, tantangan pembangunan Indonesia ke depan tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif, berpengetahuan, dan mampu menghadapi perubahan zaman. Organisasi kepemudaan, memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau dan memberdayakan generasi muda.

Wakil Ketua Umum DPP GSON, Renungan Syukur Berkat Lase, juga menegaskan bahwa bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berbasis literasi, pengetahuan, dan karakter.

“Langkah kecil hari ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045. Pembangunan bangsa tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus diperkuat melalui pembangunan budaya literasi, pengetahuan, dan karakter generasi muda. Karena itu, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan Perpustakaan Nasional menjadi sangat penting untuk melahirkan generasi yang cerdas, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, DPP GSON juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Perpusnas RI, antara lain penguatan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dalam pembangunan ekosistem literasi nasional, pengembangan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di wilayah kepulauan dan daerah terluar, peningkatan literasi digital dan kecerdasan buatan bagi generasi muda, serta penguatan program pelestarian budaya, sejarah, dan bahasa daerah melalui dokumentasi dan digitalisasi.

Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen kajian akademis DPP GSON kepada Perpusnas RI sebagai bentuk kontribusi pemikiran dan rekomendasi kebijakan dari kalangan pemuda bagi pembangunan literasi nasional. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen dan semangat kolaborasi antara DPP GSON dan Perpusnas RI dalam memperkuat budaya literasi, melestarikan pengetahuan lokal, serta membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. (EN) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama