Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Dari Hobi Jadi Penghasilan: Kisah Inspiratif Olan Salampessy, Peternak Ikan Hias Muda dari Maluku


MALUKU TENGAH
– Di tengah kesibukannya bekerja sebagai seorang security di PT Satelit Nusantara Tiga (PSNT), seorang pemuda asal Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, membuktikan bahwa hobi yang ditekuni dengan serius dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.


Pemuda tersebut adalah Olan Salampessy (23), anak kedua dari empat bersaudara, putra dari pasangan Tet Salampessy dan Anto Ohoiner. Lulusan SMA Negeri 5 Ambon tahun 2021 ini memilih untuk tidak hanya bergantung pada satu pekerjaan. Sejak tahun yang sama, ia mulai menekuni usaha sampingan sebagai peternak ikan hias jenis Guppy dan Molly.


Awalnya, usaha tersebut lahir dari rasa penasaran dan kecintaannya terhadap ikan hias. "Berawal dari iseng-iseng pelihara karena hobi, akhirnya berlanjut hingga sekarang," ujar Olan saat ditemui di kediamannya di Lorong Rumah Raja, Desa Suli, Senin (01/06/2026).


Dengan memanfaatkan berbagai wadah sederhana seperti baskom, ember, akuarium kaca, kolam beton hingga ember bekas, Olan mulai mengembangkan usaha budidaya ikan hiasnya secara mandiri. Tak hanya ikan Guppy dan Molly, ia juga membudidayakan tanaman air hias seperti Apu-Apu Mawar dan Amazon Frogbit yang banyak diminati para penghobi akuarium.


Keseriusan Olan dalam mengembangkan hobinya membuahkan hasil yang membanggakan. Harga ikan yang dijualnya bervariasi, mulai dari Rp20 ribu per pasang hingga lebih dari Rp100 ribu per pasang untuk jenis-jenis unggulan. Dari usaha tersebut, ia mampu memperoleh penghasilan tambahan yang mendekati Rp2 juta setiap bulan.


Menariknya, pelanggan Olan tidak hanya berasal dari Kota Ambon. Ikan hasil budidayanya telah dikirim ke berbagai daerah di Maluku seperti Buru, Tual, Saumlaki, hingga Ternate dan wilayah Seram Bagian Barat.


"Selalu ada pembeli setiap bulan karena sudah memiliki pelanggan tetap. Bahkan ada juga pemesanan dari Pulau Jawa," ungkapnya.


Namun demikian, Olan mengaku belum berani mengirim ikan ke Pulau Jawa karena proses pengiriman memerlukan dokumen karantina yang cukup ketat. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para pelaku usaha ikan hias agar proses pengiriman antarprovinsi menjadi lebih mudah.


"Saya berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah sehingga kami para pecinta dan peternak ikan hias bisa merasakan kemudahan mengirim ikan ke seluruh provinsi di Indonesia," katanya.


Meski usaha yang dijalankan terus berkembang, Olan tetap memiliki harapan sederhana. Baginya, keberhasilan bukan hanya soal keuntungan semata.


"Harapan saya sederhana, ikan sehat, pelanggan puas, usaha berkembang, dan tetap semangat belajar menjadi peternak ikan hias yang lebih baik setiap hari," tuturnya.


Semangat Olan menjadi contoh nyata bahwa anak muda dapat menciptakan peluang ekonomi dari hal-hal yang disukai. Ia percaya generasi muda tidak boleh hanya mengandalkan satu sumber penghasilan.


"Saya ingin mengajak anak-anak muda di Indonesia, khususnya di Maluku, untuk berani memulai usaha dari hal kecil sesuai kemampuan dan hobi yang dimiliki. Jangan takut memulai dengan modal terbatas. Yang terpenting adalah kemauan belajar, disiplin, dan konsisten. Dengan bekerja keras dan terus berinovasi, kita tidak hanya membantu perekonomian diri sendiri dan keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi orang lain di sekitar kita," pesannya.


Dari sebuah hobi sederhana memelihara ikan hias, Olan Salampessy telah membuktikan bahwa ketekunan dan konsistensi mampu mengubah kesenangan menjadi peluang usaha yang menghasilkan. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa masa depan dapat dibangun dari langkah kecil yang dimulai hari ini.


Bagi masyarakat yang ingin membeli atau memesan ikan hias hasil budidaya Olan Salampessy, dapat menghubungi nomor WhatsApp 0813-4455-9180. (OR-02)

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama