Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Anak-Anak PAUD dan TK Jadi Pencicip Pertama, Bakso Berbahan Tepung Gepe Diperkenalkan sebagai Pangan Lokal Bergizi

Ambon – Inovasi pemanfaatan pangan lokal terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan konsumsi produk berbasis sumber daya daerah.

 Setelah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu pembuat gepe di Desa Waeheru, Sabtu,23 Mei 2026 , Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEK) Fakultas Pertanian Universitas Pattimura melanjutkan kegiatan dengan memperkenalkan bakso berbahan tepung gepe kepada anak-anak PAUD dan TK.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi sejak dini mengenai pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang sehat, bergizi, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

 Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kesempatan untuk mencicipi bakso yang dibuat dari campuran tepung gepe dengan berbagai sumber protein, yakni daging ayam, daging sapi, dan ikan.

Suasana penuh keceriaan terlihat saat puluhan anak menikmati bakso yang disajikan. Sebagian besar anak menunjukkan respons positif terhadap rasa dan tekstur bakso yang dihasilkan. Tekstur yang kenyal serta cita rasa gurih membuat produk tersebut mudah diterima oleh anak-anak.

Tim PKM menjelaskan bahwa penggunaan tepung gepe sebagai bahan substitusi tepung terigu merupakan salah satu bentuk diversifikasi pangan lokal yang dapat diterapkan pada berbagai produk makanan.

 Selain memanfaatkan potensi daerah, inovasi ini juga membuka peluang pengembangan produk pangan yang lebih sehat dan bernilai jual.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kepada anak-anak bahwa pangan lokal juga dapat diolah menjadi makanan yang enak, menarik, dan bergizi. Ini penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap produk pangan daerah sejak usia dini,” ujar tim pelaksana.

Bakso yang diolah menggunakan tepung gepe memiliki keunggulan pada teksturnya yang lebih kenyal dan elastis. 

Sementara kandungan protein dari ikan, ayam, maupun sapi memberikan nilai gizi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain menjadi sarana edukasi gizi, kegiatan ini juga bertujuan membuka peluang usaha baru bagi kelompok ibu-ibu pembuat gepe di Waeheru. 

Produk bakso berbasis tepung gepe dinilai memiliki prospek pasar yang cukup baik karena dapat diterima oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak.

Melalui inovasi tersebut, Tim PKM Fakultas Pertanian Unpatti berharap tepung gepe tidak lagi hanya dikenal sebagai bahan pangan tradisional, tetapi juga dapat berkembang menjadi bahan baku berbagai produk modern yang diminati masyarakat.

 Dengan demikian, pangan lokal Maluku dapat semakin berdaya saing sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan manfaat gizi bagi generasi muda. (AJP) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama