Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

17 Tahun Krisis Darah di Bursel, Husen Sowakil Targetkan Bank Darah Rampung 2027

NAMROLE – Setelah hampir dua dekade masyarakat Kabupaten Buru Selatan (Bursel) hidup dalam krisis ketersediaan darah, harapan baru akhirnya muncul. Ketua terpilih Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bursel periode 2026–2031, Husen Sowakil, menegaskan komitmennya membangun Unit Donor Darah (UDD) atau bank darah serta markas PMI demi mengakhiri persoalan kemanusiaan yang selama ini menghantui warga.

Komitmen tersebut disampaikan Husen usai terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Penginapan Erdogan, Namrole, Sabtu (16/5/2026).

“Hari ini teman-teman telah mempercayakan saya memimpin PMI Kabupaten Bursel. Ini adalah tanggung jawab pengabdian yang harus dilanjutkan. Selain konsolidasi struktur, fokus utama kami adalah membangun bank darah dan markas PMI,” tegas Husen.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Selama 17 tahun terakhir, masyarakat Bursel kerap menghadapi kesulitan besar ketika ada pasien yang membutuhkan transfusi darah darurat. Ketiadaan bank darah membuat keluarga pasien harus berjuang mencari pendonor secara manual, bahkan mendatangi markas TNI dan Polri demi meminta bantuan anggota yang memiliki golongan darah sesuai kebutuhan pasien.

Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan berisiko terhadap keselamatan nyawa masyarakat, terutama pasien darurat, ibu melahirkan, hingga korban kecelakaan.

Untuk mengatasi persoalan itu, kepengurusan baru PMI Bursel langsung menyiapkan dua langkah strategis, yakni membangun database relawan donor darah yang terstruktur serta mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Daerah terkait pembangunan fisik Unit Donor Darah dan markas PMI.

Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bursel. Bupati Bursel bersama Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, serta Asisten I disebut telah menyatakan komitmennya mendukung pembangunan fasilitas vital tersebut.

“Kami sudah mengusulkan pembangunannya. Target kami, paling lambat tahun 2027 fasilitas Markas PMI dan Bank Darah ini sudah bisa dinikmati oleh seluruh warga Bursel,” ujar Husen optimistis.

Persoalan minimnya fasilitas donor darah di Maluku juga menjadi perhatian serius. Caretaker PMI Bursel, Jhon Huliselan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Provinsi Maluku baru memiliki satu Unit Donor Darah yang berada di Kota Ambon.

Akibatnya, kabupaten-kabupaten lain termasuk Bursel sangat rentan ketika menghadapi kondisi darurat medis yang membutuhkan transfusi darah cepat.

“Dari segi kesiapan, Bursel sebenarnya sangat siap dan memang sudah sangat membutuhkan kehadiran Unit Donor Darah secepatnya,” kata Jhon.

Tak hanya fokus pada pembenahan organisasi dan pelayanan kesehatan, PMI Bursel di bawah kepemimpinan Husen Sowakil juga mulai bergerak menghadapi tantangan bencana alam. Memasuki musim timur, pengurus baru tengah menyusun program mitigasi dan kesiapsiagaan untuk wilayah-wilayah rawan bencana di Kabupaten Buru Selatan.

Langkah cepat ini menjadi sinyal bahwa PMI Bursel tidak hanya ingin hadir sebagai organisasi kemanusiaan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa masyarakat di tengah berbagai keterbatasan. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama