Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Warga Desa Fogi Diterkam Buaya di Depan Perusahaan, Korban Selamat dan Dirawat

Kepala Madan – Seorang warga Desa Fogi, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan, dilaporkan diterkam buaya saat mencari ikan di sekitar aliran sungai depan PT Nusapadma Corporation, Kamis malam (2/4/2026).

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kepala Madan, Ipda La Ali, dalam laporan resminya. Ia menyebutkan kejadian berlangsung sekitar pukul 20.35 WIT.

Korban diketahui bernama Sidik Mamulaty (27), seorang petani/pekebun asal Desa Fogi. Saat kejadian, korban tengah mencari ikan (balobe) bersama seorang saksi, La Jana Buton (40).

“Korban bersama saksi sedang mencari ikan selama kurang lebih dua jam, kemudian tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban di bagian kaki,” ungkap Ipda La Ali.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan. Saksi yang berada di lokasi berusaha membantu melepaskan gigitan buaya tersebut. Namun, buaya kembali menggigit korban di bagian tubuh lainnya.

Dengan keberanian, saksi kemudian menggunakan tombak ikan untuk menusuk buaya hingga akhirnya hewan tersebut melepaskan korban. Setelah itu, saksi segera meminta bantuan warga.

Korban kemudian dievakuasi ke rumahnya sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan sekitar pukul 22.15 WIT untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, korban dilaporkan dalam kondisi sadar.

Pihak kepolisian bersama warga telah mendatangi lokasi kejadian dan membantu proses penyelamatan. Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam maupun di sekitar sungai, terutama pada malam hari.

Kapolsek menambahkan, wilayah Kabupaten Buru Selatan, khususnya Kecamatan Kepala Madan, Waesama, dan Namrole, memang dikenal rawan serangan buaya liar yang hidup di aliran sungai.

“Setiap tahun selalu ada korban akibat gigitan buaya. Selain itu, keberadaan buaya juga masih erat kaitannya dengan kepercayaan dan adat masyarakat setempat yang menganggap buaya sebagai bagian dari leluhur,” jelasnya.

Ke depan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengambil langkah pencegahan guna meminimalisir kejadian serupa.

"Kami menghimbau krpada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di wilayah rawan buaya guna menjaga keselamatan," tandasnya. (AL) 

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama