Medan – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya jadi penyelamat perut dan masa depan generasi bangsa, tampaknya kini ikut bertransformasi… menjadi ajang “uji mental” bagi para siswa.
Belakangan ini, berbagai kisah dari dapur MBG makin kreatif, sayangnya bukan dalam hal rasa atau gizi, melainkan dalam seni mengabaikan standar kebersihan dan kelayakan konsumsi. Alih-alih menyajikan makanan sehat, yang datang justru paket misterius yang membuat siswa lebih banyak bertanya daripada makan.
Puncaknya terjadi pada Rabu (08/04/2026) di UPT SDN 066653. Menu MBG yang diantar disebut-sebut lebih cocok dijadikan bahan praktikum “apa saja yang tidak boleh dimakan” daripada santapan bergizi untuk anak sekolah.
Kepala sekolah, Sri Rezeki Simbolon, S.Pd., M.M., dengan nada serius (dan mungkin sedikit menahan heran), menyebut kejadian ini sebagai bentuk kelalaian yang luar biasa. Pasalnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar rasa lapar siswa, tapi juga kesehatan dan hak dasar mereka untuk mendapatkan makanan yang layak.
Pihak sekolah pun bergerak cepat. Tuntutan resmi dilayangkan kepada SPPG agar segera bertanggung jawab, termasuk mengganti menu “eksperimental” tersebut dengan makanan yang benar-benar bisa dimakan manusia, di hari yang sama.
Namun hingga berita ini ditulis, respons dari pihak terkait masih seperti menu yang datang: kurang jelas, kurang layak, dan sulit diterima akal sehat.
“Kami akan mengambil langkah lebih lanjut jika tidak ada penyelesaian,” tegas kepala sekolah. Sebuah peringatan halus yang bisa berarti evaluasi kerja sama, atau mungkin juga pelajaran tambahan tentang arti tanggung jawab.
Sekolah menegaskan komitmennya untuk melindungi hak siswa. Karena bagaimanapun, masa depan bangsa tidak seharusnya diuji lewat makanan yang bahkan tidak lulus standar dapur, apalagi standar gizi.
Sementara itu, para siswa mungkin kini belajar satu hal baru di luar kurikulum: tidak semua yang datang di kotak makan itu bisa langsung dipercaya. (OR-J)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

