Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Kedok Toko Kelontong: Dari Jual Indomie ke “Jual Ketenangan Instan”

Jakarta Utara
– Warga Jakarta Utara akhirnya mendapat pencerahan: ternyata tidak semua toko kelontong itu hanya menjual mie instan, sabun cuci, dan pulsa. Beberapa di antaranya, rupanya juga “menyediakan solusi hidup” dalam bentuk pil, tanpa resep, tanpa malu, dan tentu saja tanpa izin.

Polres Metro Jakarta Utara mengumumkan prestasi gemilangnya: dalam kurun waktu Januari hingga April 2026, berhasil mengungkap 14 kasus peredaran obat berbahaya. Hebatnya lagi, jumlah tersangka juga pas 14 orang, sebuah harmoni angka yang mungkin hanya bisa disaingi oleh diskon kembar di minimarket.

Wakapolres AKBP Rohman Yonky Dilatha menyampaikan bahwa pengungkapan ini terjadi di berbagai wilayah. Cilincing memimpin klasemen dengan 6 kasus, disusul Penjaringan, Tanjung Priok, dan Koja. Sementara wilayah lain tampaknya masih “menunggu giliran terkenal.”

Dari operasi tersebut, polisi berhasil menyita 14.360 butir obat, jumlah yang cukup untuk membuat satu kampung “rebahan total” selama berminggu-minggu. Jenisnya pun beragam, mulai dari Tramadol hingga Alprazolam, paket lengkap untuk yang ingin “melupakan kenyataan” secara instan.

Tak hanya itu, turut diamankan uang tunai Rp18 juta, yang diduga hasil dari bisnis “kelontong rasa farmasi ilegal.” Para tersangka kini menghadapi ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara atau denda miliaran rupiah, harga yang cukup mahal untuk sebuah usaha yang awalnya mungkin hanya berniat “cari tambahan.”

Kasat Narkoba AKBP Ari Galang Saputra menjelaskan bahwa modus para pelaku cukup kreatif. Mereka menyamar sebagai toko kosmetik dan kelontong, tempat di mana pelanggan bisa membeli sabun muka sekaligus “obat penenang hidup.”

Distribusi pun mengikuti tren kekinian: dari COD hingga ekspedisi. Jadi, selain paket skincare dan baju online, masyarakat juga berpotensi menerima “bonus ketenangan ilegal” di depan pintu rumah.

Polisi menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini. Sementara itu, masyarakat diimbau lebih waspada, karena sekarang, membeli kopi sachet di warung bisa jadi hanya satu langkah dari “upgrade ke level halu.” (OR-MR)
Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama