Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

DPC GMNI Gelar Audiensi Strategis Bersama Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur

Jakarta Timur, 06 Maret 2026 – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur mengadakan audiensi resmi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kota Administrasi Jakarta Timur pada hari Jum'at, 06 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor BAWASLU Jakarta Timur, Jalan Kerja Bakti Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus DPC GMNI Jakarta Timur, Beberapa Perwakilan Komisariat dan Pimpinan serta staf BAWASLU Jakarta Timur ini berfokus pada penguatan kerja sama strategis dalam mendukung pembangunan demokrasi dan persiapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2029.

Poin Penting Pembahasan

Pada pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur, Willem Johanes Wetik, dan Ketua DPC GMNI Jakarta Timur Jakarta Timur, Efrem Elman Siarif Ndruru, kedua pihak mendiskusikan sejumlah isu krusial terkait tata kelola kepemiluan dan peran organisasi kepemudaan serta kemasyarakatan di wilayah Jakarta Timur, antara lain:

1. Penguatan Peran Strategis Organisasi Kepemudaan dan Kemasyarakatan.

Kedua belah pihak sepakat bahwa organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan memiliki peran sentral dalam memperkuat fondasi demokrasi di tingkat lokal. Diskusi menyentuh tentang bagaimana organisasi seperti GMNI dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pemahaman demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menjadi jembatan antara lembaga negara dan masyarakat dalam proses kepemiluan.

2. Dinamika Politik dan Hukum Terkait Kepemiluan

Selama sesi diskusi mendalam, pihak-pihak membahas berbagai isu kontemporer yang menjadi perhatian publik terkait sistem kepemiluan di Indonesia, yaitu:

- Pengembalian wewenang penyelenggaraan pemilu tingkat kota/kabupaten kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) – termasuk analisis implikasi hukum dan praktis bagi pelaksanaan pemilu lokal.

- Perubahan status lembaga penyelenggara pemilu tingkat kabupaten/kota – dari status permanen menjadi ad hoc, serta evaluasi terhadap dampaknya pada efisiensi dan kualitas pelaksanaan pemilu.

- Pemisahan antara pemilu lokal dan pemilu nasional – termasuk kajian terkait manfaat dan tantangan dalam pelaksanaan dua tahapan pemilu secara terpisah.

3. Peran Aktif BAWASLU dalam Menghadapi Pemilu 2029.

Ketua BAWASLU Jakarta Timur, Willem Johanes Wetik, menjelaskan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh oleh lembaga dalam menghadapi Pemilu 2029, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem pengawasan teknologi berbasis, serta perluasan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan proses pemilu berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari kecurangan.

Komitmen Bersama Menuju Pemilu 2029

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Efrem Elman Siarif Ndruru, secara tegas menegaskan komitmen organisasi untuk berkontribusi aktif dalam memperkuat kelembagaan demokrasi. 

"Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki akar rumput di masyarakat, GMNI Jakarta Timur siap menjadi mitra strategis BAWASLU dalam melaksanakan pengawasan partisipatif. Kami akan menggerakkan anggota dan generasi muda di Jakarta Timur untuk terlibat dalam seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan Pemilu 2029, mulai dari edukasi pemilih, pendaftaran relawan pemantau, hingga pemantauan langsung di lapangan," ujarnya.

Sementara itu Ketua BAWASLU Jakarta Timur, Willem Johanes Wetik, menyambut positif komitmen dari DPC GMNI Jakarta Timur. "Kerjasama dengan organisasi pemuda seperti GMNI adalah bagian penting dari upaya kami untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami yakin dapat membangun ekosistem demokrasi yang lebih kuat dan memastikan bahwa Pemilu 2029 menjadi momentum untuk memperkuat keadilan dan kebersamaan bangsa," jelasnya.

Perwakilan Komisariat, Konrad Punyaman Ndruru menyampaikan bahwa pemuda memiliki peran krusial dalam memastikan pemilu berjalan dengan baik. "Kami juga berkomitmen untuk menggerakkan anggota/kader dan generasi muda agar terlibat aktif, tidak hanya sebagai pemilih tetapi juga sebagai agen yang menjaga integritas proses Demokrasi kita". Imbuhnya 

Tindak Lanjut Berikutnya

Pada akhir pertemuan, kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan pelatihan pengawasan partisipatif menuju pemilu 2029.

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama