Namrole – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, jajaran Polres Buru Selatan menggelar kegiatan penanaman jagung pipil di Desa Wailikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Senin (23/2/2026) pukul 16.00 WIT hingga selesai.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Waesama, Ipda Novi Waelauruw, S.H, sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Buru Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bripka Hendra Puturuhu, Briptu Johan Lesiputti, Briptu Adi Nurdin, Pejabat Desa Wailikut Agil Bin Yahya, Kepala Jurusan Pertanian SMK Negeri 06 Buru Selatan Irwan, serta tenaga penyuluh pertanian Rustam Kasturian. Kegiatan ini juga melibatkan kelompok tani setempat, yakni Saman Siompu (38), Hasan Wael (43), dan Saleh Masbait (39), yang seluruhnya merupakan warga Desa Wailikut.
Penanaman jagung dilakukan di atas lahan seluas 2 hektare, dengan tahap awal penanaman seluas 1 hektare. Lokasi lahan berada pada titik koordinat 3,728924° LS dan 126,99415° BT. Untuk penanaman tahap pertama ini, digunakan sebanyak 5 kilogram bibit jagung pipil.Kapolsek Waesama Ipda Novi Waelauruw, S.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam mendorong peningkatan produksi pangan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Program penanaman jagung ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri guna mencapai swasembada jagung, meningkatkan pendapatan petani, serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Polri Presisi yang humanis serta mendukung program Kapolda Maluku dengan semboyan “Maluku… tarus bikin bae, Basudara… tarus bikin bae.”
Rencananya, penanaman jagung akan dilanjutkan pada Selasa (24/2/2026) hingga seluruh lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat kepolisian, pemerintah desa, tenaga pendidik, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, diharapkan program ini mampu memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan di Kabupaten Buru Selatan. (Rls)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


