Menurut keterangan ketua pokdakan warna 86, Ruslan, grading adalah proses dimana anakan ikan yang baru menetas dari induknya dipisahkan ke kolam tersendiri dengan tujuan untuk menjaga pertumbuhan secara merata bagi ikan.
“kita berusaha mencegah ikan yang sudah dewasa memakan ikan yang lebih kecil karena Nila memiliki sifat kanibalisme sehingga beresiko yang besar memakan yang lebih kecil. Kita sudah buatkan kolamnya secara terpisah karena dengan tempat tersendiri, populasi anak ikan bisa meningkat dan proses pertumbuhannya tidak terhalangi,” ujar Ruslan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menjelaskan dalam budidaya ikan nila, grading merupakan metode yang sangat penting dan harus secara rutin dilakukan. “Kita pastikan budidaya ikan tetap berjalan secara terus menerus dengan menjaga kelangsungan hidup ikan di masing-masing kolam bioflok,” ujar Mustafa.
Saat ini, populasi Ikan Nila kini telah meningkat menjadi 4.500 ekor dibanding grading terakhir yang dilakukan. Ribuan ekor tersebut melipuit 140 ekor ikan nila dewasa, 200 ekor nila sakti, dan 3700 anakan ikan nila. Jumlah ini masih akan terus bertambah dikemudian hari.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengharapkan warga binaan dapat menjaga budidaya ikan terus berjalan secara berkelanjutan. Disamping sebagai sarana pembinaan, budidaya ikan juga memberikan manfaat bernilai ekonomi bagi warga binaan. “Kami perlu menjaga satu-satunya sektor perikanan dalam program pembinaan kemandirian untuk warga binaan karena potensinya yang besar dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi biru serta pembinaan kemandirian warga binaan,” tuturnya. (LTO)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

