Namlea – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus memastikan sarana-prasarana pengamanannya terjaga dan terdata dengan baik dengan melakukan inventarisasi senjata api (senpi), Rabu (7/1). Pendataan tersebut dilakukan petugas Barang Milik Negara (BMN) bersama petugas pengamanan terhadap beberapa jenis senpi dan diawasi langsung Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy.
"Pengecekan ini bertujuan mencocokkan jumlah fisik senjata dengan data aset BMN kami. Hal ini penting untuk mencegah penyalahgunaan serta memetakan secara rinci ketersediaan amunisi yang ada," ujar Marasabessy.
Selain melakukan pendataan administratif, petugas juga melakukan perawatan dan pembersihan berkala guna memastikan senjata selalu dalam kondisi siap pakai . “Kita harus pastikan setiap bulannya sarana-prasarana pengamanan ini dalam kondisi baik dan terhindar dari malfungsi atau kerusakan. Hal ini sangat penting karena senpi juga merupakan alat penunjang vital dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, sehingga kondisinya harus selalu prima," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Heriyanto menjelaskan sebanyak 13 pucuk senpi yang terdiri dari shotgun dan senjata P3A serta 1150 butir amunisi. “Kami memiliki dua jenis senpi yakni senjata laras panjang dan pistol yang masing-masing mempunyai amunisinya tersendiri. Seluruhnya kami simpan di gudang penyimpanan tersendiri agar kondisinya terjaga. Selain itu, kami juga melakukan pemeriskaan surat-surat dan berkasnya serta berita acara penyimpanan senjata,” ungkap Heriyanto.
Kegiatan inventarisasi ini merupakan tindak lanjut nyata dari surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-UM.01.01–05 terkait Pendataan Senjata Api dan pelaksanaan tes urine pegawai sebagai bentuk deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. (Wit)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

