MEDAN - Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumatera Utara (SEKBER GOKESU) menggelar Bona Taon di Jetun Silangit, Jumat (10/01/2026), sebagai penegasan perlawanan terhadap kejahatan ekologis yang terus dibiarkan terjadi di Sumatera Utara.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 1.000 peserta, terdiri dari para pimpinan gereja di Sumatera Utara, yakni Ephorus HKBP, Ephorus HKI, Ephorus GKPS, serta GKPI yang diwakili Sekretaris Jenderal GKPI.
Selain itu, turut hadir Keuskupan Agung Medan melalui Vikaris Episkopal, Organisasi mahasiswa, komunitas Masyarakat Adat serta organisasi masyarakat sipil.
Ketua Umum Sekber Gokesu, Pastor Walden Sitanggang, OFMCap dalam pernyataannya menegaskan gereja tidak akan tinggal diam melihat kehancuran lingkungan akibat perusahaan-perusahaan perusak alam yang dilindungi serta dilakukannya pembiaran oleh negara, dan menyebut bencana berulang di Sumatera Utara sebagai bukti kejahatan ekologis, bukan takdir.
“Ini akibat eksploitasi rakus yang dilindungi kebijakan negara. Untuk itu Gereja berdiri bersama rakyat dan Masyarakat Adat untuk menghentikan segala bentuk perusakan rumah bersama (Bumi) ini", tegas Pastor Walden Sitanggang, OFMCap.
Lanjutnya, bahwa pada tanggal 27 Januari 2026, Sekber Gokesu berencana akan menggelar aksi damai di depan Istana Presiden RI sekaligus menyerahkan pernyataan sikap pimpinan-pimpinan gereja di Sumatera Utara yang menuntut penutupan permanen operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Dalam acara tersebut, Sekber Gokesu juga menyerahkan ribuan bibit pohon kepada masyarakat sebagai wujud pemulihan alam yang telah rusak.
(Julianto)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

