Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Headline: 5 Hari Hilangnya Nelayan Paga: Masyarakat Kecam Lambannya Pemkab Sikka, Desak Pengerahan Helikopter!

SIKKA – Memasuki hari kelima pencarian Anwar Mahmud dan Norisius Sapa, dua nelayan asal Desa Paga yang hilang di perairan Pantai Selatan Flores sejak Minggu (25/1/26), belum juga membuahkan hasil. Di tengah ketidakpastian nasib kedua korban, gelombang kritik tajam kini mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Sikka dan Basarnas yang dinilai lamban dan minim koordinasi.

Kehadiran Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, saat menemui keluarga korban pada Rabu (28/1) kemarin, dianggap tidak memberikan dampak signifikan terhadap progres pencarian. Masyarakat menilai kunjungan pejabat tersebut tak lebih dari sekadar seremonial dan pemanis dokumentasi belaka.

"Kami Butuh Helikopter, Bukan Sekadar Kunjungan"

Keluarga korban dan warga Desa Paga menyatakan kekecewaan mendalam atas minimnya armada yang dikerahkan. Mengingat karakter Pantai Selatan yang memiliki gelombang ekstrem di bulan Januari dan Februari, pencarian dengan kapal motor biasa dianggap tidak akan maksimal.

"Sudah lima hari, tapi hasilnya nihil. Kami melihat negara hadir hanya sebatas memberikan dukungan kemanusiaan (kata-kata), tetapi progres keselamatan lapangan nol besar. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar foto-foto kunjungan," ujar salah satu perwakilan warga saudara ikel.

Warga mendesak agar Wakil Bupati Simon Subandi segera menginstruksikan BPBD Sikka dan berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengerahkan fasilitas udara seperti helikopter. Penggunaan teknologi udara dianggap krusial untuk memperluas radius pencarian yang tidak terjangkau oleh kapal kecil akibat cuaca buruk.

Kegagalan Visi Penyelamatan Kemanusiaan?

Lambannya penyediaan armada tambahan memicu pertanyaan besar: Sejauh mana komitmen Pemkab Sikka dalam melindungi nyawa rakyatnya? Fasilitas negara yang dibeli dengan uang rakyat seharusnya bisa digunakan kapan saja dalam kondisi darurat seperti ini.

Ketidakmampuan pemerintah menyediakan fasilitas memadai hingga hari kelima ini disebut-sebut sebagai bentuk kegagalan dalam visi penyelamatan kemanusiaan. Prosedur birokrasi yang berbelit untuk meminjam atau menggunakan fasilitas seperti helikopter dianggap telah menghambat peluang ditemukannya korban dalam keadaan selamat.

Tuntutan Masyarakat Paga:

1.  Segera Kerahkan Helikopter: Mengingat medan laut selatan yang sangat ganas, penyisiran udara adalah harga mati yang harus dilakukan pemerintah saat ini.

2.  Tambah Armada Laut: Tim SAR Gabungan harus menambah jumlah kapal dengan spesifikasi yang mampu menerjang gelombang ekstrem.

3.  Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektoral: BPBD Sikka jangan hanya diam menunggu laporan, tapi harus proaktif mengupayakan fasilitas terbaik dari pusat maupun provinsi.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga Anwar dan Norisius masih menunggu di bibir pantai dengan harapan yang kian tipis. Mata sembab para istri dan pertanyaan polos anak-anak korban yang menanti kepulangan ayah mereka menjadi tamparan keras bagi pemerintah yang tampak gagap menghadapi musibah ini.

Masyarakat Paga menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada penambahan fasilitas yang signifikan, mereka akan mempertanyakan kembali fungsi kehadiran negara di tengah musibah rakyat kecil. (MM) 

 #PrayForPaga #SikkaBerduka #SaveNelayanPaga #BasarnasSikka #PemkabSikka #Kemanusiaan.

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Iklan Natal
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama