Namlea – Salah satu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku menunjukkan kecakapannya dalam bidang agama saat ikut memberikan kultum kepada warga binaan dalam kegiatan pembinaan kerohanian bertajuk Healing Rohani yang digelar di Masjid Sultan Al-Akhyar Lapas Namlea, Selasa (26/8).
Warga binaan berinisial F tersebut ikut mengajarkan warga binaan mengenai kebersihan diri dalam Islam atau ilmu thararah.
“Saya juga ingin berbagi ilmu dengan rekan-rekan yang ada didalam sini agar bersama-sama kita belajar lebih dalam mengenai Islam dan berbagai ilmu yang menyangkutnya salah satunya thaharah. Ilmu ini saya ajarkan karena merupakan pembelajaran dasar agama Islam yang menyangkut cara membersihkan diri dari hadas dan najis, seperti wudhu, mandi junub, dan tata cara tayammum.
Ia mengatakan kecakapannya dalam agama didapatkan dari pengalamannya yang pernah menimba ilmu di pondok pesantren selama 3 tahun. Bahkan, ia telah menghafal Al-Qur’an 30 Juz dan dikenal sebagai seorang Hafizh.
Dengan latar belakang tersebut, ia berinisiatif untuk membagikan pengetahuan yang dimilikinya kepada sesama warga binaan.
“Ini juga adalah amal jariyah bagi saya karena saya ingin semua warga binaan juga mengetahui apa yang saya ketahui. Dengan banyak mengetahui mengenai Islam, Insya Allah saya dan rekan-rekan dapat saling instropeksi diri dan berbenah menjadi pribadi yang lebih baik dan berahklak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin mengapresiasi warga binaannya yang ikut andil dalam membina kepribadian warga binaan. “Kami sangat bersyukur ada warga binaan yang memiliki kemampuan agama dan bersedia membantu jalannya kegiatan pembinaan setiap Selasa dan Jumat. Bahkan di luar kegiatan formal, F juga kerap mengajarkan baca Al-Qur’an di blok hunian,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy. Menurutnya dalam membimbing warga binaan, perlu adanya kolaborasi baik itu dari petugas maupun warga binaan sendiri.
“Selain petugas, warga binaan juga punya peran untuk saling menasehati atau mengajarkan dengan sesama teman lainnya. Dengan begitu, akan tercipta lingkungan yang sehat yang dapat membantu warga binaan memperbaiki perilakunya,” tutur Marasabessy. (Humas)
![]() |
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |