Tiga pelabuhan yang masuk dalam usulan program tersebut yakni Pelabuhan Namrole, Pelabuhan Waemala dan Pelabuhan Leksula. Program ini direncanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan pelaksanaan dan proses tender berada langsung di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan, Ridwan Nyio, mengatakan informasi mengenai rencana alokasi anggaran tersebut diperoleh saat pihaknya melakukan koordinasi dan kunjungan kerja bersama Bupati Buru Selatan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut beberapa waktu lalu.
"Informasi yang kami terima dari Pak Dirjen, terdapat alokasi anggaran sekitar Rp81 miliar untuk peningkatan fasilitas Pelabuhan Namrole, Waemala dan Leksula. Namun, sampai saat ini kami belum menerima rincian teknis terkait jenis dan tahapan pekerjaan masing-masing pelabuhan," kata Ridwan kepada wartawan di depan Kantor Bupati Buru Selatan, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, selain memperjuangkan peningkatan pelabuhan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pemkab Bursel juga mengusulkan sejumlah pembangunan dermaga rakyat untuk menjawab kebutuhan transportasi laut masyarakat di wilayah pesisir.
Beberapa usulan tersebut meliputi pembangunan Dermaga Wemalu dan Dermaga Rakyat di Namrole. Kedua fasilitas ini direncanakan menjadi tempat pelayanan dan tambatan bagi perahu motor, speedboat penumpang, serta armada kapal milik pemerintah daerah.
Selain itu, pemerintah daerah turut mengusulkan pembangunan tambatan perahu di Leksula, Tifu dan Pasir Putih.
Ridwan menjelaskan, pengembangan dermaga rakyat tidak hanya bertujuan meningkatkan akses transportasi laut, tetapi juga membuka peluang sumber pendapatan baru bagi daerah melalui jasa tambat kapal.
"Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menata pelayanan transportasi laut sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru melalui jasa tambat di pelabuhan-pelabuhan lokal," ujarnya.
Ia menambahkan, usulan pembangunan dermaga rakyat tersebut telah mendapat tanggapan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pemerintah daerah diminta menyiapkan berbagai dokumen perencanaan sebagai persyaratan untuk mengikuti tahapan penganggaran pada 2027 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.
Ridwan memastikan, dokumen perencanaan untuk pembangunan Dermaga Rakyat Namrole dan Dermaga Wemalu telah disiapkan. Kedua proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar.
"Untuk usulan dermaga rakyat, dokumen perencanaannya sudah kami siapkan. Ada dua dermaga besar yang kami usulkan, yakni Dermaga Rakyat Namrole dan Dermaga Wemalu, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp60 miliar. Kami berharap usulan ini dapat direalisasikan pada 2027," ungkapnya.
Dengan adanya rencana dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan usulan pembangunan dermaga melalui DAK Fisik, Pemkab Buru Selatan berharap konektivitas transportasi laut semakin baik, pelayanan bagi masyarakat pesisir meningkat, serta aktivitas ekonomi antarpulau di daerah itu semakin berkembang.
Pemerintah daerah juga berharap peningkatan fasilitas pelabuhan dapat mendukung operasional armada kapal pemerintah, termasuk memperkuat pelayanan angkutan penumpang dan distribusi barang ke sejumlah wilayah di Kabupaten Buru Selatan. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

