NAMROLE – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Perhubungan mulai mematangkan kesiapan transportasi laut. Selain mengupayakan penambahan armada kapal, pemerintah daerah juga menyiapkan kapal transportasi lokal guna memperkuat konektivitas antarkecamatan dan desa-desa pesisir.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan, Ridwan Nyio, mengatakan kesiapan transportasi laut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum hari besar keagamaan dan pergantian tahun.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau.
"Pada prinsipnya, Pemerintah Daerah melalui Dishub Buru Selatan tetap berupaya menyiapkan moda transportasi laut yang baik dan nyaman bagi masyarakat, termasuk menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," kata Ridwan.
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan transportasi selama periode Nataru, Dishub Buru Selatan secara rutin membangun koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku guna mengupayakan penambahan armada kapal.
Namun, langkah pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penambahan armada. Penguatan transportasi lokal juga menjadi bagian dari strategi membuka aksesibilitas masyarakat, khususnya di kecamatan dan desa-desa pesisir yang membutuhkan layanan transportasi laut.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pengoperasian KM Ajul Safikram 02. Kapal tersebut direncanakan melayani rute antarkecamatan serta desa-desa pesisir di wilayah Kabupaten Buru Selatan.
Kehadiran armada ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan transportasi laut, mempermudah mobilitas warga, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.KM Ajul Safikram 02 dijadwalkan diluncurkan pada 12 November 2026, bertepatan dengan agenda peresmian Jembatan Biloro di Kecamatan Kepala Madan.
Di sisi lain, Dishub Buru Selatan juga menempatkan keselamatan pelayaran sebagai perhatian utama. Ridwan menyebutkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para pemilik longboat agar lebih memperhatikan standar keselamatan dan tidak mengabaikan kapasitas angkut penumpang saat berlayar.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keselamatan transportasi laut, Dishub Buru Selatan telah menyalurkan jaket pelampung atau life jacket kepada 15 pemilik longboat.
Program tersebut tidak berhenti pada pembagian perlengkapan keselamatan. Ke depan, penyediaan life jacket akan menjadi salah satu program prioritas Dishub Buru Selatan, sekaligus diikuti langkah penertiban dan pengawasan terhadap kapasitas angkutan laut.
Dishub juga berencana menjalin kerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon untuk melakukan pengukuran longboat guna menentukan standar tonase dan kapasitas angkut masing-masing kapal.
"Langkah ini dilakukan agar beban angkutan muat yang sering menjadi penyebab kecelakaan laut dapat diminimalisir. Setelah dilakukan pengukuran, pengawasan terhadap penumpang akan dilakukan lebih ketat," pungkas Ridwan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan berharap kesiapan transportasi laut selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 tidak hanya menjamin kelancaran perjalanan masyarakat, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan pelayaran.
Bagi masyarakat Buru Selatan yang sebagian wilayahnya bergantung pada transportasi laut, kehadiran armada yang memadai dan penerapan standar keselamatan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan selama momentum Nataru berlangsung aman, tertib, dan lancar.
(AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


