NAMROLE – Turnamen Bupati Cup Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Tahun 2026 resmi bergulir dengan semarak. Sebanyak 1.300 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan tiga cabang olahraga (cabor), yakni sepak bola, bola voli, dan tenis meja.
Pembukaan turnamen berlangsung di Lapangan Alun-Alun Kota Namrole, Sabtu (31/10/2026), ditandai dengan antusiasme peserta dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Ajang olahraga ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan sekaligus menjaring atlet-atlet potensial Buru Selatan.
Kemeriahan pembukaan semakin terasa dengan pertandingan eksibisi yang mempertemukan unsur legislatif (DPRD) dan eksekutif (Pimpinan OPD). Laga persahabatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga di Buru Selatan.
Tiga cabang olahraga yang dipertandingkan melibatkan puluhan tim dan atlet. Untuk sepak bola, tercatat 28 klub ambil bagian. Cabang bola voli diikuti 23 tim, terdiri atas 12 tim putra dan 11 tim putri. Sementara tenis meja diikuti 85 atlet dari Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Buru, Kota Ambon, dan Kabupaten Maluku Tengah.
Khusus cabang tenis meja, peserta akan bersaing dalam sejumlah kategori, termasuk kategori umum tunggal putra yang diikuti 56 atlet dan ganda putra sebanyak 10 pasangan.
Kejuaraan sepak bola dan bola voli dijadwalkan berlangsung mulai 31 Oktober hingga 29 November 2026. Pertandingan sepak bola dipusatkan di Lapangan Tribun Kota Namrole, sedangkan bola voli berlangsung di lapangan voli samping Kantor KONI Bursel.
Sementara itu, pertandingan tenis meja dilaksanakan di Aula Gedung Serbaguna pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Seluruh peserta akan memperebutkan Piala atau Trofi Bupati Buru Selatan, medali, sertifikat, serta bonus dan hadiah yang telah disiapkan panitia.
Peserta yang terlibat dalam kejuaraan ini mencapai 1.300 orang, terdiri atas atlet, pelatih, wasit atau juri, serta ofisial. Kehadiran kontingen dari luar daerah turut memberikan warna tersendiri bagi penyelenggaraan Bupati Cup tahun ini.La Hamidi: Bupati Cup Bukan Sekadar Perebutan Juara
Bupati Buru Selatan, La Hamidi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Bupati Cup 2026 memiliki makna strategis yang lebih besar daripada sekadar kompetisi olahraga.
Menurutnya, turnamen tersebut menjadi momentum mempertemukan masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan dalam semangat persatuan, kebersamaan, serta tekad untuk mengharumkan nama Kabupaten Buru Selatan.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Bupati Cup juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari persiapan daerah dalam menyiapkan bibit-bibit atlet potensial menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) Tahun 2027.
"Turnamen Bupati Cup ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak muda Buru Selatan untuk menunjukkan bakat dan kemampuan, mengembangkan diri, serta membangun kepercayaan diri," ungkap La Hamidi.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap, para pelatih dan seluruh pihak terkait dapat memanfaatkan turnamen tersebut untuk melihat potensi atlet secara langsung, melakukan evaluasi, serta mengidentifikasi pemain-pemain yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk terus berkembang.
Sebab, menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan, latihan yang disiplin, kerja keras, serta dukungan semua pihak.
Kai Wait Harus Menjadi Semangat dalam Kompetisi
Dalam kesempatan itu, La Hamidi juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Buru Selatan, khususnya filosofi Kai Wait yang mengandung makna persaudaraan, kebersamaan, dan ikatan kekeluargaan.
Ia menegaskan, nilai-nilai tersebut harus tetap menjadi landasan dalam setiap pertandingan. Perbedaan seragam, tim, maupun daerah asal tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan.
"Kita boleh berbeda seragam, berbeda tim, dan saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Namun, kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai orang Maluku, khususnya masyarakat Buru Selatan yang menjunjung tinggi persaudaraan," tegasnya.
La Hamidi mengingatkan agar ambisi meraih kemenangan tidak membuat peserta melupakan hubungan kekeluargaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Buru Selatan.
Sebaliknya, Bupati Cup diharapkan menjadi wadah mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, desa, dan kecamatan, mempererat hubungan antarpemuda, serta memperkuat semangat Kai Wait dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita boleh menjadi lawan selama pertandingan, tetapi kita tetap saudara setelah pertandingan. Kita boleh bersaing untuk meraih juara, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi pemenang yang sesungguhnya," ujarnya.
Ia menambahkan, daerah tidak hanya membutuhkan atlet yang mampu meraih kemenangan, tetapi juga atlet yang memiliki karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan rasa hormat terhadap sesama.
Kepada seluruh peserta, La Hamidi berpesan agar bertanding dengan sungguh-sungguh, menghormati keputusan wasit, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan kemampuan terbaik.
"Menanglah dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan jiwa besar. Sebab, atlet yang hebat bukan hanya mereka yang mampu mencetak kemenangan, tetapi juga mereka yang mampu menunjukkan sportivitas dan menjaga kehormatan daerah yang diwakilinya," pesannya.
Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat
Selain berdampak terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga, penyelenggaraan Bupati Cup 2026 juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kehadiran sekitar 1.300 peserta, termasuk kontingen dari luar Kabupaten Buru Selatan, berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung.
Para pedagang kaki lima, pelaku usaha kecil, serta masyarakat yang menjalankan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi pertandingan turut merasakan peluang dari meningkatnya kunjungan peserta dan penonton.
Dengan demikian, Bupati Cup 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Buru Selatan pada ajang POPMAL 2027, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Semangat olahraga, persaudaraan Kai Wait, dan kebangkitan generasi muda menjadi pesan utama dalam penyelenggaraan Bupati Cup 2026 di Kabupaten Buru Selatan.
(AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


