Namrole - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buru Selatan mulai mematangkan langkah menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Maluku (POPMAL) yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 mendatang.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat KONI bersama para pimpinan cabang olahraga (cabor) se-Kabupaten Buru Selatan yang digelar di Kantor KONI Buru Selatan, Desa Waenono, Kecamatan Namrole, Minggu (13/9/2026).
Rapat dibuka Sekretaris Umum KONI Buru Selatan, Muhlisin Arfa. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi yang sebelumnya juga telah dilakukan bersama Ketua Umum KONI Buru Selatan, La Hamidi.
Fokus utama rapat adalah memantapkan persiapan atlet dalam menghadapi POPMAL di tahun 2027. Setiap cabor diminta menyampaikan kebutuhan secara terukur agar dapat mempersiapkan atlitnya dengan baik.
Ketua Harian KONI Buru Selatan, Sami Latbual, dalam arahannya menegaskan bahwa persiapan menuju POPMAL tidak boleh dilakukan secara mendadak. Menurutnya, waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk menyusun kebutuhan atlet dan cabor secara matang, baik dari sisi pembinaan, latihan maupun perlengkapan pertandingan.
“Ada dua hal penting yang kita bicarakan hari ini. Pertama, persiapan dan kebutuhan atlet menuju POPMAL. Kita harus membicarakan secara teknis apa saja yang harus dipersiapkan dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Latbual.
Ia mengatakan, setiap cabor harus menyampaikan kebutuhan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Mulai dari program latihan, kebutuhan atlet dan pelatih, sarana-prasarana, hingga perlengkapan yang akan digunakan dalam pertandingan.
Latbual menekankan, perlengkapan latihan tidak boleh dipandang sebagai kebutuhan tambahan semata. Atlet harus dibiasakan menggunakan peralatan yang nantinya dipakai dalam pertandingan sehingga ketika memasuki arena kompetisi, mereka tidak lagi mengalami kendala dalam beradaptasi.
“Perlengkapan apa saja yang sudah ada di cabor harus disampaikan. Yang belum tersedia harus kita cari solusinya. Jangan sampai atlet baru mengenal peralatan ketika sudah berada di arena pertandingan,” tegasnya.Menurutnya, kebutuhan setiap cabor harus dihitung secara realistis dan dituangkan dalam estimasi anggaran yang jelas dan memiliki dasar yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.
“Kita tidak bisa hanya menyampaikan kebutuhan secara umum. Harus ada perencanaan dan estimasi yang jelas,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyusunan draf kebutuhan harus dilakukan sejak sekarang karena proses perencanaan dan penganggaran daerah memiliki mekanisme, ketentuan serta rambu-rambu yang harus dipenuhi. Karena itu, KONI meminta seluruh cabor tidak menunda penyampaian kebutuhan latihan para atlit.
“Kalau ada kebutuhan yang masih kurang, sampaikan. Nanti kita diskusikan bersama. Kalau memang perlu ditambah, kita tambah berdasarkan kebutuhan. Kalau terlalu besar dan tidak sesuai, kita evaluasi dan sesuaikan. Semuanya harus berdasarkan kebutuhan nyata,” katanya.
Dalam rapat tersebut, seluruh cabor juga menyampaikan draf program pelatihan atlet yang akan dipersiapkan untuk menghadapi POPMAL 2027. Draf tersebut menjadi bahan awal untuk menyusun kebutuhan pembinaan dan anggaran masing-masing cabang olahraga.
Selain kebutuhan menuju POPMAL, rapat juga membahas anggaran pembinaan yang diperlukan untuk menjaga kesinambungan proses latihan atlet.
Pembinaan tersebut mencakup kebutuhan latihan, pelatih, sarana dan prasarana olahraga, peralatan latihan maupun perlengkapan atlet seperti pakaian, sepatu dan kebutuhan pendukung lainnya.
Latbual mengatakan, seluruh kebutuhan harus dipetakan sejak awal sehingga tidak terjadi kekurangan ketika memasuki tahapan pertandingan.
“Yang kita kejar adalah waktu. Setelah pembahasan ini selesai, kita harus segera masuk pada proses penyusunan penganggaran. Jangan sampai kebutuhan baru dibicarakan ketika waktu pertandingan sudah dekat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Buru Selatan, Djafar Souwkail, menegaskan bahwa persiapan menghadapi POPMAL merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pembinaan olahraga harus tetap berjalan dan tidak boleh bergantung pada pergantian pemerintahan.
Ia menilai, atlet dan cabor merupakan bagian penting dari wajah daerah dalam setiap ajang olahraga. Karena itu, atlet yang memiliki potensi dan mampu berprestasi harus mendapatkan dukungan serta perhatian yang serius.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Organisasi olahraga harus tetap berjalan dan pembinaan atlet tidak boleh berhenti hanya karena adanya pergantian pemerintahan,” tegas Souwkail.
Menurutnya, keberhasilan atlet Buru Selatan di ajang POPMAL nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan atlet, pelatih dan keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Buru Selatan.
Karena itu, ia mendorong KONI, pengurus cabor, pelatih, pemerintah daerah dan DPRD membangun koordinasi yang kuat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.
Souwkail juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kemungkinan dukungan dari sponsor dan pihak swasta, tanpa mengurangi tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga.
“Yang kita harapkan adalah koordinasi yang baik. Semangatnya harus tetap menyatu, karena kita sedang mempersiapkan atlet untuk membawa nama Buru Selatan,” katanya.
Ia berharap seluruh pengurus cabor tidak ragu menyampaikan kebutuhan masing-masing secara terbuka kepada KONI. Dengan demikian, kebutuhan yang benar-benar mendesak dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah bahan penting dan seluruh hasil pembahasan selanjutnya akan disampaikan kepada Ketua Umum KONI Buru Selatan, La Hamidi, untuk menjadi bahan tindak lanjut.
KONI Buru Selatan menargetkan persiapan POPMAL 2027 dilakukan secara lebih terencana, terukur dan berkelanjutan. Bukan hanya mengejar keikutsertaan, tetapi memastikan atlet mendapatkan proses pembinaan yang memadai sehingga mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama Buru Selatan di tingkat Provinsi Maluku. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


