Namrole – Dukungan terhadap program Proyek Strategis Nasional (PSN) Hilirisasi Ubi Kayu di Kabupaten Buru Selatan terus menguat. Kali ini, dukungan datang dari Pimpinan Kabupaten Serikat Tani Nelayan (STN) Kabupaten Buru Selatan, yang menilai hilirisasi ubi kayu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan petani.
Pengurus Pimpinan Kabupaten STN Buru Selatan, Rasyidin Rumakat, mengatakan program hilirisasi tidak boleh dipandang sebatas peningkatan produksi ubi kayu, tetapi harus menjadi momentum untuk mengubah pola ekonomi masyarakat dari sekadar menjual bahan mentah menuju pengolahan produk bernilai tambah.
Menurutnya, Buru Selatan memiliki potensi pertanian yang besar. Ubi kayu merupakan salah satu komoditas yang apabila dikelola secara serius, terintegrasi, dan berkelanjutan, dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.
“Kami dari Pimpinan Kabupaten Serikat Tani Nelayan Kabupaten Buru Selatan mendukung Program Nasional Hilirisasi Ubi Kayu. Program ini merupakan peluang besar bagi petani untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan membuka kesempatan usaha bagi masyarakat,” ujar Rasyidin.
Ia menyebutkan, selama ini sebagian hasil pertanian masyarakat masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut membuat nilai ekonomi yang diterima petani relatif terbatas.
Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi jawaban untuk meningkatkan nilai jual komoditas melalui pengolahan menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi serta pasar yang lebih luas.
Bukan hanya petani yang akan mendapatkan manfaat.
Menurut STN, berkembangnya industri pengolahan ubi kayu juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, melahirkan usaha-usaha masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi desa, hingga membuka peluang keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian dan industri pengolahan.
STN Siap Kawal dan Dampingi Petani
Rasyidin menegaskan, keberhasilan hilirisasi ubi kayu membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat harus membangun sinergi agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
STN Kabupaten Buru Selatan, kata dia, siap mengambil bagian dalam proses tersebut, terutama melalui dukungan, pendampingan dan penguatan kapasitas petani agar mampu berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan komoditas ubi kayu.
“Hilirisasi tidak hanya berbicara tentang meningkatkan produksi, tetapi bagaimana hasil pertanian masyarakat dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada petani,” tegasnya.
STN juga mendorong agar pengembangan ubi kayu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Mulai dari penyediaan bibit berkualitas, peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengolahan hasil produksi, hingga pengembangan jaringan pemasaran.
Langkah tersebut penting agar petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi dapat memperoleh posisi yang lebih kuat dalam rantai nilai ekonomi komoditas ubi kayu.
Momentum Membangun Ekonomi Desa
STN Kabupaten Buru Selatan melihat program hilirisasi sebagai momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari desa.
Jika dikelola secara konsisten, pengembangan ubi kayu tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang melibatkan petani, kelompok usaha, tenaga kerja, pelaku industri pengolahan, hingga sektor pemasaran.
Dengan demikian, ubi kayu berpeluang menjadi lebih dari sekadar tanaman pangan. Komoditas tersebut dapat menjadi sumber bahan baku industri, sumber pendapatan, pencipta lapangan kerja, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Buru Selatan.
STN berharap Kabupaten Buru Selatan dapat mengambil peran penting dalam agenda hilirisasi pertanian nasional dengan memastikan masyarakat, khususnya petani, menjadi bagian utama dan penerima manfaat dari program tersebut.
Pimpinan Kabupaten Serikat Tani Nelayan Buru Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan serta mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PETANI BERDAYA, NELAYAN BERDAULAT UNTUK KEMANDIRIAN BANGSA.”
RASYIDIN RUMAKAT
Pengurus Pimpinan Kabupaten
Serikat Tani Nelayan (STN) Kabupaten Buru Selatan
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

