BULA, 11 September 2026 - Ketua Umum Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Seram Bagian Timur (SBT), Ikhsan Keliwouw, menilai apresiasi yang diterima Pemerintah Daerah Kabupaten SBT dari Kompas TV melalui program “Apresiasi Peduli” merupakan momentum positif bagi daerah dalam memperkenalkan potensi sumber daya lokal dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemda SBT mendapatkan penghargaan dalam kategori “Apresiasi Daerah Peduli Pengembangan UMKM dan Potensi Sumber Daya Lokal.” Menurut Ikhsan, penghargaan tersebut penting dilihat sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terhadap arah serta gagasan pembangunan daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal.
“Menurut kami, penghargaan ini harus dilihat secara objektif. Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap daerah yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM dan potensi sumber daya lokal. Jangan kemudian penghargaan ini hanya dilihat dari apakah seluruh program sudah selesai terealisasi atau belum,” ujar Ikhsan.
Ia menilai, perhatian media nasional terhadap Kabupaten SBT dapat memberikan dampak positif terhadap citra dan promosi daerah. Semakin dikenal potensi SBT di tingkat nasional, semakin terbuka pula peluang untuk membangun jejaring kerja sama, memperluas akses pasar, dan menarik perhatian pelaku usaha maupun investor.
Dalam konteks tersebut, Ikhsan menyebut agenda hilirisasi sagu yang sedang didorong Pemerintah Kabupaten SBT sebagai salah satu gagasan strategis yang perlu terus dikawal dan didorong bersama.
Menurutnya, hilirisasi tidak dapat diukur hanya dari hasil akhir dalam waktu singkat. Proses tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, kesiapan sumber daya, penguatan UMKM, teknologi pengolahan, infrastruktur, akses pasar, hingga keterlibatan investor.
“Jangan kita menghakimi dengan mengatakan hilirisasi belum terealisasi, lalu kemudian menganggap gagasannya tidak penting. Justru sekarang bagaimana gagasan tersebut kita kawal agar dapat diwujudkan. Ketika SBT mendapatkan perhatian nasional, ini bisa menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan potensi sagu kita kepada dunia usaha dan calon investor,” katanya.
Meski memberikan apresiasi, Ikhsan menegaskan bahwa KAMMI SBT tetap berada pada posisi kritis dan konstruktif. Penghargaan tersebut, menurutnya, bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan momentum untuk membuktikan bahwa gagasan pembangunan yang disampaikan pemerintah dapat diwujudkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat nyata.
“Penghargaan adalah apresiasi, tetapi pembuktian tetap berada di lapangan. Kami berharap pemerintah terus memperkuat perencanaan dan implementasi sehingga pengembangan UMKM, potensi sumber daya lokal, dan khususnya hilirisasi sagu benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.
Ikhsan juga berharap agenda hilirisasi sagu dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku UMKM, hingga investor.
“Kami berharap dan berdoa semoga agenda hilirisasi sagu yang sedang digagas oleh Bupati SBT dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan gagasan ini tidak berhenti pada penghargaan dan pemberitaan, tetapi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah sagu, membuka peluang investasi, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat SBT,” pungkasnya. (OR-02)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

