BURU SELATAN — Bupati Buru Selatan, La Hamidi, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi jajaran Pengurus Pimpinan Kabupaten Serikat Tani Nelayan (STN) Buru Selatan di ruang kerja Bupati, Sabtu (12/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati La Hamidi didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan. Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi serta membangun sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dan kelautan.
Bupati La Hamidi menyambut positif kehadiran STN di Kabupaten Buru Selatan. Menurutnya, keberadaan organisasi yang mewadahi kepentingan petani dan nelayan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan karakteristik serta potensi utama daerah.
“Kehadiran Serikat Tani Nelayan sangat relevan dengan potensi daerah yang kita miliki,” ujar La Hamidi dalam pertemuan tersebut.
Ia menilai, STN memiliki posisi strategis untuk ikut mendorong tumbuhnya kesadaran, partisipasi, dan kemandirian masyarakat, khususnya petani dan nelayan yang menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi daerah.Karena itu, Bupati berharap STN tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi mampu menunjukkan kerja nyata di tengah masyarakat dan menjadi role model bagi organisasi kemasyarakatan maupun organisasi massa lainnya di Kabupaten Buru Selatan.
Menurutnya, organisasi masyarakat memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi, membangun kesadaran masyarakat, sekaligus mengawal berbagai kebijakan pembangunan agar dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya hingga ke tingkat akar rumput.
Dalam audiensi itu, La Hamidi juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. STN diharapkan dapat mengambil bagian dalam mengawal kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian, perikanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah dukungan terhadap kebijakan strategis nasional terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Hilirisasi Ubi Kayu di Kabupaten Buru Selatan.
Bupati berharap STN dapat ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya hilirisasi komoditas pertanian, khususnya ubi kayu, sehingga potensi yang selama ini dihasilkan masyarakat tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
“STN harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan, terutama di sektor pertanian dan perikanan, termasuk mendukung program strategis nasional hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan,” tegasnya.
Selain membangun sinergi kelembagaan, La Hamidi juga mendorong STN untuk menjadi bagian dari upaya membangun optimisme publik. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi dan pendampingan yang mampu menumbuhkan keyakinan bahwa berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah memiliki arah yang jelas dan berpihak pada kepentingan rakyat.
STN diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan berbagai program pembangunan secara objektif sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di lapangan.
“Yang paling penting, STN dapat menjadi jembatan untuk membangun optimisme di tengah masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” kata La Hamidi.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi petani dan nelayan, untuk memastikan potensi daerah dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Audiensi tersebut kemudian menjadi ruang untuk menyatukan pandangan sekaligus memperkuat komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dan STN.
Dengan dukungan perangkat daerah teknis, komunikasi antara pemerintah dan STN diharapkan terus terjaga secara terbuka dan konstruktif. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, serta membuka ruang yang lebih besar bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Buru Selatan.
Pertemuan itu sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor agraris dan kelautan membutuhkan kolaborasi nyata—pemerintah sebagai pengarah kebijakan, organisasi masyarakat sebagai mitra strategis, dan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


