Close
Close
Orasi Rakyat News

DPP KNPI Apresiasi Ratusan Jembatan Garuda Kodam IV/Diponegoro, Hadiah Nyata 81 Tahun Kemerdekaan RI

JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) mengapresiasi jajaran Kodam IV/Diponegoro beserta seluruh Kodim di bawahnya atas keberhasilan merealisasikan pembangunan ratusan Jembatan Garuda di berbagai wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Rusdi Ali Hanafia, seusai menghadiri upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026).


Menurut Rusdi, pembangunan ratusan jembatan yang diinisiasi institusi TNI di Jawa Tengah dan DIY merupakan wujud nyata pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keberadaan jembatan tersebut dinilai turut mendukung peningkatan kualitas hidup warga sekaligus menjadi bagian dari semangat pembangunan dalam memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.


Ratusan Jembatan Garuda yang kini berdiri di berbagai wilayah perdesaan, kawasan terisolasi, hingga daerah dengan keterbatasan sarana transportasi di Jawa Tengah dan DIY dinilai bukan sekadar pembangunan fisik.


Infrastruktur tersebut memiliki peran strategis dalam membuka akses wilayah dan menghubungkan permukiman warga yang selama ini menghadapi kendala aksesibilitas. Dengan tersedianya jembatan yang aman dan memadai, mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat, lancar, dan aman.


Kondisi tersebut juga dinilai dapat membantu mengatasi berbagai persoalan yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


"Kami mengapresiasi sekali capaian Kodam IV/Diponegoro dalam membangun ratusan Jembatan Garuda. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas pendidikan, kesehatan maupun ekonomi," ujar Rusdi Ali Hanafia dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).


Program pembangunan ratusan Jembatan Garuda tersebut direalisasikan di bawah kepemimpinan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han.


Di bawah garis komando tersebut, jajaran Kodim yang berada di wilayah hukum Kodam IV/Diponegoro bergerak secara terpadu dan bergotong royong bersama masyarakat setempat.


Penentuan lokasi pembangunan dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan akses penghubung, termasuk kawasan perdesaan yang terdampak bencana alam dan mengalami kerusakan infrastruktur, serta daerah terpencil yang memiliki keterbatasan dukungan infrastruktur.


Dalam pelaksanaannya, prajurit TNI bersama masyarakat turut terlibat dalam proses pembangunan. Keterlibatan warga dan pemuda desa tidak hanya mempercepat pengerjaan, tetapi juga memperkuat hubungan dan kemitraan antara TNI dan masyarakat.


Semangat gotong royong tersebut, kata Rusdi, menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan rakyat dapat menghadirkan solusi terhadap persoalan infrastruktur yang selama ini dihadapi masyarakat di berbagai pelosok perdesaan.


Rusdi juga menilai pembangunan infrastruktur dasar memiliki makna strategis dalam momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


"Perjalanan 81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus terus diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang dirasakan rakyat. Jembatan yang menghubungkan desa, membuka akses ekonomi dan memudahkan mobilitas masyarakat adalah bagian dari wajah pembangunan Indonesia hari ini," tegas Rusdi.


Lebih lanjut, Rusdi mengatakan terbukanya akses transportasi antardesa melalui Jembatan Garuda berpotensi menekan biaya logistik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Menurutnya, sejumlah wilayah perdesaan di Jawa Tengah dan DIY memiliki potensi hasil pertanian, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga destinasi wisata alam. Namun, potensi tersebut kerap terkendala akibat keterbatasan akses jalan dan jembatan.


Dengan tersedianya jembatan yang memadai, distribusi hasil pertanian dan perdagangan masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah menuju pusat-pusat pasar di tingkat kecamatan maupun kabupaten.


Selain berdampak terhadap aktivitas ekonomi, keberadaan jembatan juga berkaitan dengan keselamatan dan kualitas kehidupan sosial masyarakat.


Sebelum adanya jembatan yang layak, sebagian warga, termasuk anak-anak sekolah, harus melewati aliran sungai atau menggunakan jembatan darurat yang berisiko. Kehadiran jembatan yang lebih kokoh diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Rusdi menambahkan, keberhasilan pembangunan ratusan jembatan tersebut menunjukkan kontribusi TNI dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan infrastruktur publik.


"Kami memberikan apresiasi atas kerja nyata Kodam IV/Diponegoro. Semangat pengabdian seperti ini menjadi bagian penting sebagai hadiah perjuangan 81 tahun Indonesia merdeka yang harus dilakukan," pungkas Rusdi.


DPP KNPI berharap pola pengabdian yang ditunjukkan Kodam IV/Diponegoro di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Achiruddin Darojat dapat menjadi inspirasi bagi pemangku kepentingan di daerah lain.


Kehadiran Jembatan Garuda di Jawa Tengah dan DIY diharapkan tidak hanya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (OR-Rls/D)

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama