Close
Close
Orasi Rakyat News

Aktivitas Wapres Bukan Legacy Pribadi, Tapi Legacy Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jakarta - DIREKTUR Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan, belum genap dua tahun sejak dilantik sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka telah melakukan kunjungan kerja ke lebih dari seratus titik di lebih dari tiga puluh provinsi di Indonesia.

Menurutnya, intensitas kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan cerminan hadirnya negara di tengah masyarakat sekaligus bentuk pelaksanaan mandat konstitusi yang melekat pada jabatan Wakil Presiden.

Fernando mengatakan, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia berdasarkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu paket kepemimpinan oleh rakyat. Karena itu, setiap langkah, tugas, dan aktivitas Wakil Presiden merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pemerintahan Presiden.

"Tidak tepat jika berbagai aktivitas Wakil Presiden dipersepsikan sebagai agenda yang berdiri sendiri atau bahkan dikaitkan dengan kepentingan politik di luar pemerintahan," ujarnya Selasa 4 Agustus 2026.

Fernando melanjutkan, kunjungan Gibran ke berbagai daerah justru memperlihatkan bagaimana Presiden Prabowo membangun pola kepemimpinan yang saling melengkapi.

Presiden, ungkap Fernando, menjalankan fungsi strategis dalam mengendalikan pemerintahan, diplomasi, dan kebijakan nasional, sementara Wakil Presiden memperkuat implementasi kebijakan di lapangan, memastikan program pemerintah berjalan efektif, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

"Model pembagian peran seperti ini sepenuhnya sejalan dengan semangat konstitusi, sekaligus menjadi praktik pemerintahan yang efektif dalam mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional," ungkapnya.

Masih menurut Fernando, kehadiran Gibran di berbagai daerah juga memperlihatkan kesinambungan gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Tradisi mendengar langsung suara rakyat, melihat kondisi riil di lapangan, dan memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik merupakan pendekatan yang terbukti mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Yang tidak kalah penting, kunjungan tersebut juga menyentuh berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, petani, nelayan, generasi muda, hingga para tokoh agama dan ulama. Pertemuan dengan ulama kharismatik seperti Habib Luthfi bin Yahya menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memandang ulama sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat moralitas publik, serta mengawal keberhasilan pembangunan nasional," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, hal tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan dukungan sosial, budaya, dan spiritual sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Karena itu, lanjut Fernando, berbagai pihak seharusnya tidak lagi membangun narasi yang berupaya mempertentangkan Presiden Prabowo dengan Wakil Presiden Gibran. Dalam praktik ketatanegaraan, seluruh aktivitas Wakil Presiden merupakan bagian dari pelaksanaan mandat Presiden.

"Penugasan kepada Wakil Presiden untuk melakukan kunjungan ke daerah merupakan mekanisme pemerintahan yang lazim dan sepenuhnya berada dalam koridor konstitusi," jelas Fernando.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, mengaitkan aktivitas tersebut dengan kontestasi politik 2029 justru mengaburkan substansi utama, yaitu bagaimana pemerintah bekerja secara optimal memenuhi janji kepada rakyat.

"Semakin luas jangkauan kunjungan Wakil Presiden, semakin besar pula peluang pemerintah memperoleh informasi faktual mengenai persoalan masyarakat sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan Presiden dalam penyempurnaan kebijakan nasional. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan tidak hanya berbasis laporan administratif, tetapi juga berdasarkan realitas yang dihadapi masyarakat di lapangan," terangnya.

Fernando melanjutkan, dalam konteks inilah, berbagai kunjungan Gibran harus dipandang sebagai bagian dari upaya mempercepat implementasi visi besar Presiden Prabowo sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Setiap keberhasilan pelaksanaan program pemerintah di daerah merupakan keberhasilan Presiden dan Wakil Presiden sebagai satu kesatuan kepemimpinan nasional.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Fernando, kapasitas dan kematangan Gibran sebagai Wakil Presiden juga semakin terlihat. Berbagai keraguan yang sempat muncul sebelum pemerintahan berjalan mulai terjawab melalui kerja nyata, intensitas kehadiran di tengah masyarakat, serta kemampuannya menjalankan berbagai penugasan yang diberikan Presiden.

"Oleh karena itu, kunjungan kerja Wakil Presiden ke berbagai daerah perlu terus dilanjutkan dan diperluas. Selain memperkuat kedekatan pemerintah dengan rakyat, langkah tersebut juga akan mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan setiap kebijakan nasional benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat," tegasnya.

Pada akhirnya, Fernando melanjutkan, setiap capaian yang dihasilkan dari aktivitas Wakil Presiden bukanlah legacy pribadi, melainkan bagian dari legacy Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui pelaksanaan Asta Cita sebagai mandat yang diberikan rakyat kepada keduanya. (wit)

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama