Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Kadis PU Bursel: Pembersihan Median Jalan Rutin Dilakukan, Disesuaikan Kemampuan Anggaran

Namrole – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru Selatan, Hj. Samsul Sampulawa, menegaskan bahwa pembersihan median jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten tetap dilaksanakan secara rutin. Namun, pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang tersedia.

Menurut Samsul, kegiatan pemeliharaan median jalan, termasuk pemotongan rumput, merupakan bagian dari tanggung jawab Dinas PU untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keselamatan pengguna jalan.

"Kalau tidak ada anggaran, siapa yang mau kerja? Jadi pemotongan rumput itu dilakukan setiap dua atau tiga bulan sekali, disesuaikan dengan anggaran yang tersedia," ujar Samsul kepada wartawan di Kantor Bupati Buru Selatan, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan median jalan tidak hanya mencakup pemotongan rumput, tetapi juga melibatkan tenaga kerja yang setiap hari harus mendapatkan upah, termasuk biaya operasional seperti konsumsi dan kebutuhan lapangan lainnya.

Karena itu, Dinas PU menerapkan skala prioritas agar pemeliharaan tetap berjalan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kondisi keuangan daerah.

Untuk saat ini, kata Samsul, pembersihan lebih difokuskan pada kawasan dalam Kota Namrole sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Sementara ruas jalan di wilayah lain akan ditangani secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.

"Fokus sementara masih di dalam kota. Wilayah lainnya tetap menjadi perhatian kami, hanya saja pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran," jelasnya.

Samsul menegaskan, Dinas PU tetap berkomitmen menjaga kebersihan dan estetika lingkungan jalan kabupaten melalui program pemeliharaan rutin. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap kegiatan pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah agar seluruh program dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan.

Menurutnya, dengan pengelolaan anggaran yang terukur dan profesional, pelayanan infrastruktur kepada masyarakat tetap dapat dilakukan secara optimal meski di tengah keterbatasan anggaran daerah. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama