Jakarta – Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Iman Santoso, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Generasi Solidaritas Ono Niha (GSON) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk "Peran Pemuda Nias dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi Informasi" di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Lantai 4, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, akademisi, praktisi, dan pemuda asal Kepulauan Nias. Hadir sebagai pembicara pembuka Desmen Rahmat Eli Hia, S.H., M.H., advokat sekaligus Founder LBH ATLAS dan Penasehat GSON. Sementara Iman Santoso tampil sebagai keynote speaker.
Turut menjadi narasumber dalam seminar tersebut, Kepala Pusat P3SMPT Perpustakaan Nasional RI Dr. Taufiq Abdul Gani, S.Kom., M.Eng.Sc., serta Dosen Magister Ilmu Komunikasi Institut STIAMI Dr. Dina Sudarmika, S.IP., M.I.Kom.
Ketua Panitia HUT Ke-7 GSON, Kristiani Jelima Waruwu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa organisasi kepemudaan perlu diberikan ruang untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan bangsa.
Kristiani berharap Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dapat membangun kolaborasi bersama GSON melalui berbagai program strategis, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan sektor ekonomi kreatif bagi generasi muda Kepulauan Nias.
Harapan tersebut mendapat respons positif dari Iman Santoso. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pemuda merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, Kementerian Ekonomi Kreatif siap membuka peluang kerja sama dengan Generasi Solidaritas Ono Niha dalam berbagai program ekonomi kreatif guna mencetak sumber daya manusia yang inovatif, produktif, dan memiliki daya saing.
"Pemuda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk melahirkan generasi kreatif yang mampu menjawab tantangan zaman," ujar Iman.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan tujuh tahun GSON.
Mengakhiri sambutannya, Kristiani Jelima Waruwu mengajak seluruh pemuda Kepulauan Nias untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta membangun semangat kolaborasi yang berkelanjutan.
"Sudah saatnya pemuda Kepulauan Nias tampil sebagai pelaku pembangunan, bukan hanya menjadi penonton. Mari kita terus bersatu, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian acara hingga seminar nasional serta memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan sebagai bagian dari keterbatasan panitia. (EN)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

