Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Peserta Magang Kemnaker di Lapas Namlea Tunjukkan Inovasi Nyata untuk Pembinaan Warga Binaan

Namlea – Masa Pemagangan Nasional Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea memasuki tahap akhir. Setelah menjalani program selama enam bulan, para peserta magang menampilkan berbagai inovasi dan terobosan kreatif hasil pengalaman langsung di lapangan, Jumat (22/5).

Kegiatan sosialisasi inovasi tersebut berlangsung di lingkungan Lapas Namlea dan dihadiri langsung Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasbaessy, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustapa La Abidin, serta Kepala Urusan Tata Usaha, Yullian H. Tomasoa.

Sebanyak enam peserta magang memaparkan sejumlah gagasan inovatif yang berkaitan dengan program pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, keamanan dan ketertiban, hingga layanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasbaessy, mengapresiasi seluruh inovasi yang dipresentasikan para peserta. Menurutnya, gagasan yang muncul merupakan hasil dari proses belajar, observasi, dan pengalaman kerja selama menjalani masa magang di lingkungan pemasyarakatan.

“Inovasi yang mereka paparkan merupakan bukti dari pembelajaran dan analisis lapangan yang mereka ambil. Dari setiap inovasi yang dijelaskan, seluruhnya sangat bagus dan memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan warga binaan,” ujar Marasbaessy.

Ia berharap berbagai terobosan kreatif tersebut tidak berhenti sebatas program magang, namun dapat menjadi referensi dalam pengembangan layanan dan pembinaan di Lapas Namlea ke depan.

“Isu-isu yang diangkat oleh rekan-rekan magang bisa menjadi bahan acuan bagi kita untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan program yang selama ini dijalankan,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, para peserta magang mengusung berbagai inovasi, di antaranya optimalisasi pembinaan kepribadian melalui program pemberantasan buta aksara dan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, pengembangan produk unggulan Minyak Kayu Putih Maju 86, peningkatan layanan wartelsuspas, hingga edukasi kesehatan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Salah satu peserta magang, Risky Kurniawati, menjelaskan bahwa inovasi yang diangkat kelompoknya berfokus pada penguatan daya tarik produk khas Lapas Namlea, yakni Minyak Kayu Putih Maju 86.

“Inovasi yang kami pilih salah satunya menyangkut produk khas Lapas Namlea, yakni Minyak Kayu Putih Maju 86, dengan membuat wadah atau kemasan yang lebih menarik agar semakin diminati ketika dipasarkan. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap salah satu produk kebanggaan Lapas Namlea,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi peserta, tetapi juga mampu melahirkan ide-ide kreatif yang berdampak nyata bagi pengembangan layanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. (LO) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama